Mentan RI Bocorkan Kemajuan Sektor Pertanian Usai Deregulasi

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman, memaparkan berbagai kemajuan sektor pertanian setelah dilakukannya deregulasi. Dalam arahannya yang disampaikan secara daring pada Pembukaan Rembug Utama dan Expo KTNA 2025 di Tenggarong, Sabtu (20/9/2025), Amran menegaskan bahwa deregulasi pada beberapa kebijakan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Amran menyebut, terdapat 17 Instruksi Presiden (Inpres) yang dikeluarkan sebagai langkah cepat menghadapi krisis pangan global, sekaligus memperkuat sektor pertanian. “Inpres tersebut diantaranya penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), percepatan saluran irigasi, benih dan bibit, optimalisasi lahan dan cetak sawah,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan beberapa hasil capaian sektor pertanian, mulai dari produksi beras periode Januari-Oktober 2025 mencapai 31 juta ton dan perkiraan hingga akhir tahun mencapai 34 juta ton, dibandingkan dengan tahun 2024 periode Januari-Desember hanya sekitar 30 juta ton.

“Ini adalah hasil kerja keras Bapak/Ibu yang hadir pada hari ini. Saya tegaskan juga bahwa ini adalah lompatan yang sangat luar biasa,” tegas Amran.

Lebih lanjut, Amran memberikan gambaran kemajuan lainnya. Stok beras Indonesia selama 57 tahun (sejak tahun 1969) yang mencapai 4,2 juta ton pada periode Juni 2025, menjadi tertinggi sepanjang sejarah. Selanjutnya, pada Triwulan I 2025, sektor pertanian menjadi penopang PDB tertinggi mencapai 10,52 persen. Adapun prediksi beras dunia menurut FAO, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan kenaikan produksi beras terbesar di dunia setelah Brazil.

Berdasarkan prediksi beras negara Asean menurut USDA Rice Outlook, produksi beras Indonesia pada musim 2024-2025 diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, nomor satu di Asean. Ini berpengaruh pada penurunan harga beras dunia, dari 650 dollar perton turun menjadi 390 dollar perton.

Menteri Amran menegaskan bahwa capaian tersebut adalah hasil kontribusi nyata dari seluruh Petani di Indonesia. “Harga beras dunia bisa turun hingga separuh harga karena Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak mengimpor beras. Ini adalah hasil kerja dari KTNA, Kadis, dan seluruh yang hadir pada Rembug Utama dan Expo KTNA 2025,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh pihak untuk tidak berpuas diri dan terus berupaya memajukan sektor pertanian. Menurutnya, jika langkah tersebut dilakukan secara konsisten, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara superpower.

Penulis: Azizah/Kabarnews.co

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar