Kabarnews.co, TENGGARONG – Pembangunan fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah rampung. Namun hingga kini fasilitas kesehatan tersebut belum dapat beroperasi secara optimal karena masih kekurangan sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga kesehatan.
Berdasarkan data pemerintah daerah, rumah sakit tersebut masih membutuhkan sekitar 364 tenaga kesehatan untuk mendukung operasional pelayanan. Kekurangan tenaga medis dan tenaga pendukung menjadi salah satu kendala utama sehingga layanan rumah sakit belum dapat dibuka secara penuh bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini tengah mematangkan proses perekrutan tenaga kesehatan guna mempercepat operasional rumah sakit. Langkah ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan SDM agar layanan kesehatan di wilayah Muara Badak dan sekitarnya dapat berjalan maksimal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa formulasi perekrutan tenaga kesehatan telah disiapkan dan saat ini sedang dimatangkan oleh Dinas Kesehatan bersama sejumlah pihak terkait. Proses tersebut melibatkan sejumlah instansi agar mekanisme rekrutmen berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saat ini teman-teman Dinas Kesehatan sedang mematangkan bersama stakeholder terkait, seperti Ortal, bagian hukum, dan BKD agar prosesnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Aulia, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, dari sisi bangunan serta sarana dan prasarana, rumah sakit tersebut sebenarnya sudah siap untuk dioperasikan. Kehadiran fasilitas kesehatan ini juga sangat dinantikan masyarakat, terutama di wilayah Muara Badak hingga Marangkayu yang membutuhkan layanan kesehatan rujukan lebih dekat.
“Secara bangunan dan sarana-prasarana sebenarnya sudah mumpuni untuk operasional. Masyarakat juga sangat menunggu kehadiran rumah sakit di wilayah Muara Badak–Marangkayu ini,” katanya.
Meski demikian, Aulia menekankan bahwa dalam proses perekrutan tenaga kesehatan, pemerintah daerah tetap memprioritaskan kompetensi. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kemampuan tenaga medis yang bertugas.
“Masa orang mau dilayani oleh tenaga yang tidak kompeten. Misalnya pasang infus saja gemetar, salah tusuk, kan kasihan pasien,” pungkasnya.
Adapun sejumlah formasi yang dibuka dalam rekrutmen tersebut antara lain dokter umum, perawat, bidan, penata anestesi, tenaga teknologi laboratorium medis, perekam medis, apoteker, tenaga vokasi kefarmasian, radiografer, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, tenaga gizi, tenaga teknik elektromedik, tenaga sanitasi lingkungan, hingga tenaga administrasi.
Proses pendaftaran rekrutmen tenaga kesehatan tersebut dibuka mulai 4 Maret hingga 11 Maret 2026. Seleksi akan dilakukan melalui beberapa tahapan, dengan hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 8 April 2026. Pemerintah daerah berharap proses ini dapat segera menghasilkan tenaga kesehatan yang siap bertugas sehingga RSUD Aji Muhammad Idris dapat segera melayani masyarakat secara maksimal.






