Kabarnews.co, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan terobosan dalam pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun ini. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pemindahan jadwal seleksi peserta ke akhir tahun 2025.
Langkah ini diambil untuk memberikan waktu persiapan yang lebih panjang bagi para peserta. Dengan demikian, diharapkan teknologi yang dihasilkan bisa lebih matang, relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, dan memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, mengatakan bahwa kebijakan ini berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan TTG sebelumnya. Menurutnya, banyak peserta yang kurang siap, baik dari segi substansi teknologi maupun kelengkapan administrasi.
“Kami ingin peserta tidak hanya siap dalam aspek teknologi, tetapi juga dalam hal presentasi dan dokumentasi yang harus dipenuhi,” ujar Asmi pada Rabu (1/5).
Dengan tenggat waktu yang lebih longgar, para peserta diberi ruang untuk memperdalam riset, melakukan uji coba, dan menyempurnakan teknologinya. DPMD Kukar berharap hasil TTG tahun ini dapat menciptakan solusi nyata yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat desa.
Tak hanya itu, para peserta juga akan diberikan pelatihan tambahan, seperti teknik presentasi, penyusunan dokumentasi, hingga studi kelayakan penerapan teknologi. Tujuannya agar hasil inovasi benar-benar fungsional dan berdampak positif secara sosial maupun ekonomi.
“Kami ingin TTG ini menjadi ajang penciptaan solusi dari desa, oleh desa, dan untuk desa,” tutup Asmi. Dengan semangat ini, DPMD Kukar terus berupaya menumbuhkan budaya inovasi di kalangan masyarakat desa.
(Adv/DPMD/Kukar)






