Kukar Perkuat Administrasi dan Partisipasi Warga Jelang BBGRM ke-22

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mulai mematangkan persiapan menjelang peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22. Acara yang akan dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun pada bulan Mei mendatang ini diwarnai dengan pelaksanaan proses penilaian di tingkat kabupaten, sebagai bagian dari rangkaian lomba BBGRM.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menjelaskan bahwa proses penilaian terhadap kecamatan-kecamatan peserta telah dimulai dan dijadwalkan berlangsung hampir dua pekan penuh. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk menentukan kecamatan yang paling aktif dan kompak dalam menggerakkan semangat gotong royong di wilayahnya masing-masing.

“Setiap kecamatan sudah kami informasikan jauh hari sebelumnya, dan penilaian ini memerlukan data administratif yang lengkap, seperti dokumentasi foto, daftar hadir, dan catatan kegiatan gotong royong,” jelas Asmi pada Selasa (29/04).

Penekanan pada kelengkapan administrasi bukan tanpa alasan. Asmi menuturkan bahwa salah satu tolok ukur dalam penilaian lomba BBGRM adalah keterlibatan nyata masyarakat, yang dapat ditunjukkan melalui dokumentasi kegiatan. Bahkan, kontribusi dalam bentuk tenaga, waktu, hingga konsumsi makanan saat kegiatan kerja bakti dinilai memiliki nilai partisipatif tersendiri yang bisa dikonversikan secara ekonomi.

“Misalnya warga ikut kerja bakti dan ada yang menyumbang makanan, semua itu harus terdokumentasi dengan baik karena ada nilai partisipatif yang dihitung,” ujarnya.

Sayangnya, menurut Asmi, masih banyak kegiatan gotong royong yang sebenarnya rutin dilaksanakan masyarakat, namun tidak tercatat secara formal. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses penilaian, karena data yang tidak terdokumentasi akan sulit digunakan sebagai bukti partisipasi.

Untuk mengatasi kendala tersebut, DPMD Kukar mendorong pemerintah desa dan kelurahan agar lebih aktif melakukan pencatatan dan pendokumentasian kegiatan gotong royong. Langkah ini tidak hanya akan mendukung proses penilaian lomba, tetapi juga bermanfaat dalam evaluasi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami ingin semua kegiatan gotong royong yang sudah bagus di masyarakat itu bisa tercatat dengan baik agar bisa menjadi nilai tambah dalam lomba maupun dalam evaluasi pembangunan berbasis partisipasi warga,” pungkas Asmi.

Melalui pendekatan administrasi yang lebih tertib dan partisipasi warga yang terdokumentasi, Kukar berharap dapat menampilkan kekuatan gotong royong masyarakatnya secara optimal di ajang BBGRM tahun ini. (Adv)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar