Desa Jembayan Siapkan Tiga Situs Bersejarah Jadi Eduwisata Unggulan

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG — Pemerintah Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, tengah mengembangkan konsep desa wisata berbasis sejarah dan religi dengan menyiapkan tiga situs penting sebagai daya tarik utama. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada aspek wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan bahwa ketiga situs tersebut memiliki nilai historis tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan. “Kami ingin menjadikan situs-situs ini sebagai pusat edukasi sejarah bagi pelajar dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (29/5).

Salah satu situs utama adalah Makam Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa di RT 1, yang merupakan peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara, kerajaan tertua di Indonesia. Lokasi ini masih terawat dan kerap dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.

Sementara itu, dua situs lainnya berada di RT 15, yakni Makam Aulia Habib Abdurrahman bin Husin bin Yahya, seorang ulama besar yang memiliki banyak pengikut, serta Bunker Jepang, peninggalan masa Perang Dunia II yang menyimpan kisah sejarah penting.

Sayangnya, kondisi Bunker Jepang saat ini belum tertata dengan baik dan membutuhkan penataan agar layak dikunjungi sebagai objek wisata edukatif. “Bunker Jepang berada di lokasi strategis di ketinggian. Ke depan, kami ingin menata kawasan ini agar lebih layak sebagai objek wisata edukatif,” jelas Erwin.

Penataan kawasan situs akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Pemerintah desa juga tengah mengusulkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku pariwisata.

Dengan kekayaan sejarah dan potensi religi yang dimiliki, Desa Jembayan optimis dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kukar yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi nilai tambah edukatif dan spiritual. (Adv/DpmdKukar)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar