Kabarnews.co, SAMBOJA BARAT — Penemuan sesosok bayi perempuan yang tergeletak di atas meja depan sebuah toko di Jalan Balikpapan, Handil II, RT 07, Kelurahan Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), mengejutkan warga pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Bayi malang yang ditemukan dalam kondisi masih berbalut selimut, kain jarik, dan tali pusar yang masih menempel itu diduga sengaja ditinggalkan oleh sepasang pria dan wanita tidak dikenal.
Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa anggotanya telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan awal serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
“Iya, kami masih mencari terduga pelaku yang menaruh bayi di situ. Kami juga masih mendalami keterangan saksi-saksi yang pertama kali melihat kejadian tersebut,” kata Yazid.
Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun dari saksi mata, terduga pelaku adalah sepasang laki-laki dan perempuan yang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna hitam. Sang perempuan awalnya masuk ke toko untuk membeli minuman dan makanan ringan, sementara laki-laki yang bersamanya menunggu di depan toko sembari menggendong bayi tersebut.
Keduanya dilaporkan sempat kembali masuk ke dalam toko. Namun, tak lama setelahnya, pasangan tersebut bergegas pergi meninggalkan lokasi ke arah Balikpapan dan dengan sengaja meletakkan sang bayi di atas meja depan toko.
Pemilik toko yang menyadari hal janggal tersebut langsung melapor kepada Ketua RT setempat, yang kemudian meneruskan informasi kepada aparat kepolisian. Warga segera mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Sungai Merdeka agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis darurat.
“Iya, dibawa ke puskesmas. Tadi pihak kecamatan juga sudah berkonsultasi dengan Dinas Sosial,” ujar Yazid.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu identitas sepasang pria dan wanita yang membuang bayi tersebut. Sementara itu, penanganan lanjutan melibatkan koordinasi lintas sektor antara Puskesmas Sungai Merdeka, pemerintah kecamatan, dan Dinas Sosial Kukar guna memastikan sang bayi mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.
Penulis : Jifran





