Kabarnews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menargetkan agar fasilitas rekreasi Waterpark Pulau Kumala dapat kembali beroperasi secara penuh untuk menyambut masa libur Lebaran pada tahun 2027 mendatang. Proses revitalisasi besar-besaran terhadap salah satu fasilitas wisata andalan daerah tersebut kini telah memasuki tahapan persiapan pelaksanaan di lapangan, yang didukung penuh oleh alokasi anggaran pemerintah mencapai sebesar Rp2,5 miliar.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa tahapan proses lelang pekerjaan proyek revitalisasi waterpark tersebut saat ini telah selesai dilaksanakan dan pihak pemenang tender juga telah resmi ditetapkan. Fokus pemerintah daerah selanjutnya adalah memastikan seluruh tahapan proses administrasi lanjutan, yang mencakup penandatanganan dokumen kontrak kerja, dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat. “Saya dengar proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya, tetapi belum ada kontrak. Nanti kita tanyakan bersama-sama,” tegas Rendi, Senin (2/11/2026) lalu.
Menurut pemaparan Rendi, upaya percepatan pada seluruh tahapan administrasi ini sangat diperlukan agar pekerjaan fisik revitalisasi di lapangan dapat segera berjalan tepat waktu sesuai dengan kerangka rencana awal. Ia menaruh harapan besar agar masyarakat luas sudah bisa kembali menikmati kenyamanan fasilitas wisata air ikonik tersebut ketika masa puncak libur Lebaran tiba pada tahun depan. Ia berjanji akan menindaklanjuti proses penyelesaian kontrak kerja tersebut kepada jajaran dinas terkait agar tidak terjadi keterlambatan proyek.
Selain berfokus pada penyelesaian tahap administrasi birokrasi, jajaran pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi teknis struktur bangunan fasilitas saat ini. Dari hasil peninjauan dan pemeriksaan ulang di lapangan, tim teknis menemukan adanya sejumlah titik kebocoran pada beberapa bagian infrastruktur waterpark. Meskipun temuan kebocoran tersebut terlihat berskala kecil, dampaknya ternyata cukup menyebar dan memerlukan penanganan teknis yang spesifik agar fasilitas air tersebut dapat kembali berfungsi dengan optimal.
Rendi menekankan bahwa pembenahan waterpark harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh sehingga hasil revitalisasi nantinya tidak sekadar berfokus pada perbaikan tampilan estetika bangunan luar semata. Lebih dari itu, proses revitalisasi juga harus mampu memastikan bahwa seluruh fasilitas yang ada benar-benar aman, kokoh, dan sangat layak untuk digunakan oleh masyarakat umum. Terkait dengan potensi adanya kemungkinan kebutuhan tambahan anggaran perbaikan, ia menilai pemerintah saat ini masih perlu memaksimalkan dan mengoptimalkan terlebih dahulu alokasi Rp2,5 miliar yang telah disiapkan untuk tahap pengerjaan saat ini.
Di samping pembenahan fisik, Rendi juga memberikan catatan khusus terkait pentingnya merumuskan pola pengelolaan operasional Waterpark Pulau Kumala setelah proyek revitalisasi ini rampung sepenuhnya. Ia sangat menginginkan adanya satu entitas pengelola tunggal yang akan bertanggung jawab penuh terhadap jalannya manajemen operasional operasional hingga pemeliharaan fasilitas secara harian. Skema pengelolaan waterpark ini ke depannya dapat dirancang dengan melibatkan instansi perusahaan daerah, pihak manajemen pengelola kawasan Pulau Kumala, ataupun melalui mekanisme sistem kerja sama penyewaan aset kepada pihak ketiga yang profesional.
Menurut kacamata Rendi, adanya kepastian dan kejelasan mengenai sistem pengelolaan ini menjadi bagian krusial agar fasilitas wisata milik pemerintah yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit tersebut dapat dikelola serta dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi fasilitas ini diharapkan mampu memberikan dampak perputaran nilai ekonomi yang nyata bagi daerah. Ia sangat berharap revitalisasi Waterpark Pulau Kumala ini kelak mampu menjadi bagian terintegrasi dari upaya besar pemerintah dalam menghidupkan kembali pesona potensi pariwisata daerah.
Lebih lanjut, fasilitas publik ini diharapkan mampu menghadirkan alternatif ruang rekreasi keluarga yang berkualitas bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan wilayah sekitarnya. “Tahun depan harus jadi. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan tahun depan. Kami juga ingin memastikan bersama Pak Bupati bahwa beberapa bangunan yang seharusnya sudah bisa difungsikan dapat segera digunakan,” pungkasnya.
Penulis : Jifran







