Kabarnews.co, TENGGARONG – Sore itu, halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) berubah menjadi lautan warna. Iring-iringan parade kurukan dan paguyuban tampil mempesona, menampilkan kekayaan budaya yang hidup berdampingan di tanah Kukar. Dari Kutai, Dayak, Bugis, Jawa, Mandar, Batak, Minang, Madura, hingga Bali, semuanya berpadu dalam harmoni menyemarakkan upacara penurunan bendera HUT Kemerdekaan RI.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, hadir dengan busana Taqwo yang merupakan pakaian adat Kutai. Sementara Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengenakan busana adat Bali. Perpaduan keduanya menjadi simbol keragaman sekaligus harmoni budaya di Kukar.
“Tadi kita sudah melihat banyak sekali suku yang ada di Kukar. Ini melambangkan bahwa Kukar adalah miniatur Nusantara, miniatur Indonesia,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, keberagaman yang terjalin erat di Kukar adalah kebanggaan tersendiri dan harus dijaga sebagai modal pembangunan daerah.
“Satu hal yang menjadi kebanggaan kita semua, bahwa di Kukar ini kita selalu hidup rukun, tenteram, aman, dan nyaman. Ini patut kita syukuri dan harus kita pertahankan. Inilah modal untuk membangun Kukar yang lebih baik,” tegasnya.
Tidak hanya itu, penampilan Gita Kumala Nusantara turut mengiringi jalannya acara dengan lantunan musik yang megah. Harmoni musik berpadu dengan kemeriahan, menambah khidmat sekaligus semarak perayaan kemerdekaan di Kukar.
Penulis : Azizah/Kabarnews.co






