Kabarnews.co, TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, mendorong perusahaan daerah (Perusda) untuk lebih aktif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dorongan ini disampaikan di tengah efisiensi keuangan daerah yang memaksa pemerintah untuk memperkuat kemandirian fiskal.
Rendi menegaskan, Perusda tidak boleh hanya bergantung pada penyertaan modal dari pemerintah daerah. Menurutnya, badan usaha milik daerah seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus sumber pemasukan baru bagi Kukar.
“Perusda sekarang harus lebih aware, jangan hanya minta penyertaan modal. Saat APBD turun, insting dan inisiatif untuk meningkatkan PAD harus menyala,” tegasnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menilai, dengan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar, Kukar memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor-sektor usaha produktif. Rendi meminta setiap Perusda mampu membaca peluang pasar, berkolaborasi dengan sektor swasta, dan mengelola bisnis secara profesional.
“Harapannya, semua bisa berkolaborasi dengan satu visi memastikan PAD Kukar meningkat tahun depan. Target kita 15 persen, sekarang baru 10,03 persen. Optimis, tapi bertahap,” ujarnya.
Selain mengandalkan kinerja Perusda, Rendi juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah, DPRD, dan OPD teknis diminta terus memperkuat koordinasi untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan efektif meski terjadi efisiensi anggaran.
“Kita harus pastikan setiap rupiah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Menurutnya, efisiensi bukan hambatan, melainkan momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah. Rendi optimistis dengan kolaborasi yang kuat dan langkah-langkah strategis, target peningkatan PAD Kukar bisa dicapai secara bertahap.
Penulis: Azizah | Kabarnews.co






