Jalan Alternatif Kukar–Kubar Dipersiapkan, Jarak Tempuh Melak–Kota Bangun Dipangkas 100 Kilometer

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Rencana pembangunan jalan alternatif penghubung antara Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan melalui koordinasi lintas daerah. Pemerintah kabupaten bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai proyek ini strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan pedalaman menuju pusat aktivitas ekonomi.

Jalur alternatif direncanakan membentang dari Melak melewati Kecamatan Moor Manaar Bulant di Kubar, kemudian menembus wilayah Kenohan hingga Kota Bangun di Kukar. Sebagian trase memanfaatkan bekas jalan perusahaan, terutama jalur logging milik Hutan Tanaman Industri, sehingga dinilai dapat mempercepat proses pembukaan akses tanpa membangun sepenuhnya dari nol.

Data awal yang dilansir RRI SP Sendawar menunjukkan, akses baru ini berpotensi memangkas jarak tempuh perjalanan dari Melak menuju Kota Bangun hingga sekitar 100 kilometer. Jika sebelumnya pengguna jalan harus menempuh sekitar 247 kilometer melalui jalur nasional, maka rute alternatif diproyeksikan hanya sepanjang 146,48 kilometer.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kubar, Adrianus, menyebut pengurangan jarak tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi transportasi masyarakat dan distribusi logistik. Dari total panjang jalan, sekitar 104,24 kilometer berada di wilayah Kukar dan 42,40 kilometer di Kubar. Meski memanfaatkan jalan eksisting, sekitar 15,73 kilometer ruas baru tetap memerlukan studi kelayakan lanjutan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan koordinasi antardaerah terus diperkuat. Menurutnya, sejumlah pertemuan telah dilakukan, termasuk kunjungan DPRD Kubar ke Kukar guna membahas sinkronisasi teknis. “Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan provinsi agar perencanaan matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, akses baru ini diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan hingga tiga jam sekaligus menekan biaya operasional kendaraan, terutama konsumsi bahan bakar. Pemerintah optimistis kehadiran jalan alternatif tersebut tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah secara lebih merata.

Ia menambahkan, akses baru ini diharapkan mampu memangkas waktu perjalanan hingga tiga jam sekaligus menekan biaya operasional kendaraan, terutama konsumsi bahan bakar. Pemerintah optimistis kehadiran jalan alternatif tersebut tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah secara lebih merata.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar