Kabarnews.co, TENGGARONG – Suasana berbeda terlihat di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (29/4/2026). Tidak hanya dipenuhi masyarakat yang mengurus administrasi, MPP juga menjadi tempat berlangsungnya sidang isbat nikah massal yang menghadirkan momen haru bagi puluhan pasangan suami istri.
Dalam kegiatan tersebut, tiga pasangan menjalani prosesi akad nikah langsung di lokasi dengan disaksikan keluarga dan tamu undangan. Dengan mengenakan pakaian pengantin, mereka mengucapkan ijab kabul secara khidmat hingga resmi tercatat sebagai pasangan suami istri di mata negara.
Momen itu turut disaksikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang menjadi saksi pernikahan. Kehadiran keduanya membuat suasana semakin hangat dan menarik perhatian pengunjung MPP yang berhenti sejenak untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Selain akad nikah, kegiatan itu juga diikuti sebanyak 62 pasangan yang menjalani sidang isbat nikah massal. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Loa Janan, seperti Desa Batuah, Desa Purwajaya, dan Desa Tani Bhakti. Sidang tersebut digelar untuk memberikan kepastian hukum terhadap pernikahan yang sebelumnya belum tercatat secara resmi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan legalitas pernikahan sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak-hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dasar. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pemerintah ingin memastikan setiap pasangan memperoleh pengakuan hukum yang sah dari negara.
“Kita ingin membantu masyarakat agar memiliki dokumen pernikahan resmi. Ini penting untuk akses pendidikan anak, layanan kesehatan, hingga administrasi kependudukan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menjelaskan seluruh peserta difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah. Mulai dari transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan selama kegiatan berlangsung diberikan secara gratis kepada peserta.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Setelah kegiatan ramai diperbincangkan di media sosial, banyak warga mulai menghubungi panitia untuk mengikuti kegiatan serupa. Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 100 calon peserta dari wilayah Tenggarong yang telah terverifikasi untuk mengikuti program berikutnya.





