Kabarnews.co, Jakarta – Pendidikan di Sekolah Rakyat kini menghadirkan warna baru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan kurikulum multi-entry multi-exit (MEME) yang konsepnya mirip sistem SKS di kampus.
Kurikulum ini memberi kesempatan siswa untuk menyesuaikan pelajaran dengan kemampuan dan minat masing-masing. Mu’ti menyebut cara ini akan membantu siswa berkembang lebih optimal.
Ia menggambarkan, “Sistemnya kira-kira kalau secara sederhana itu seperti kuliah dengan sistem SKS, di mana murid itu tentu tidak harus menempuh mata pelajaran dalam waktu yang sama. Tetapi mungkin berbeda-beda satu dengan yang lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya.“
Dalam kurikulum MEME, siswa bisa masuk kapan saja dan menyelesaikan studi sesuai kecepatan belajarnya. Materi pelajaran disusun seperti sekolah formal, tetapi disajikan dalam bentuk modul sehingga lebih fleksibel.
“Di dalamnya terdapat fleksibilitas untuk para murid ini dapat masuk kapan saja dan bisa menyelesaikan studinya sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Materi-materi pelajaran di dalam sekolah rakyat ini disusun sebagaimana kurikulum yang ada di sekolah kita, sekolah formal maksud saya, dan kemudian disediakan dalam bentuk modul,” jelasnya.
Selain materi utama, ada juga hidden curriculum yang membuat lingkungan sekolah dan asrama menjadi bagian dari pembelajaran. Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapat pengalaman sosial dan praktis yang bermanfaat untuk masa depan mereka.
Melalui kurikulum MEME, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih ramah, fleksibel, dan sesuai kebutuhan siswa. (*)
***
Sumber : news.detik.com
Editor : Rachaddian (dion)






