Diarpus Kukar Gelar Rakor Optimalisasi Aplikasi Srikandi, Wujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan mendukung implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Aplikasi Srikandi dan Anugerah Literasi Kutai Kartanegara Tahun 2025, di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (16/10/2025).

Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Destianti, dalam laporannya menyampaikan bahwa penetepan aplikasi Srikandi sebagai aplikasi umum bidamg kearsipan dinamis bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan transparan, akuntabel, pelayanan publik yang berkualitas, serta terpercaya.

“Untuk itu, diperlukan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Namun, masih ada beberapa perangkat daerah di lingkungan pemerintahan Kukar yang belum memastikan pengelolaan registrasi di aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi,” ungkap Rinda.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat di Kukar masih sangat rendah. Menurutnya, indikator menyebut kemajuan suatu daerah dilihat dari kemampuan literasi masyarakat.

“Kita berharap bantuan dari berbagai pihak, sehingga literasi itu bisa menjadi bagian penting dari proses edukasi,” tambahnya.

Adapun Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa aplikasi Srikandi yang dikembangkan oleh rekan-rekan di organisasi perangkat daerah (OPD) ini menjadi alat yang sangat membantu, baik dalam membuat atau memberikan keputusan. “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah berperan aktif. Selama ini, keberadaan aplikasi Serikandi sangat membantu kami dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Kukar juga memberikan pemenang Anugerah Literasi bagi para penggiat literasi, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga masyarakat di tingkat desa, kecamatan, maupun individu.

“Kami berharap melalui Anugerah Literasi ini, semangat dan budaya literasi di Kabupaten Kutai Kartanegara semakin tumbuh. Karena literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan menulis dan menganalisis informasi,” pungkasnya.

Penulis: Azizah/Kabarnews.co

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar