Kabarnews.co, Tenggarong – Dua desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil lolos dan menjadi wakil daerah dalam ajang Lomba Presentasi Produk Unggulan Desa tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025. Keduanya adalah Desa Lung Anai di Kecamatan Loa Kulu dan Desa Muara Badak Ulu dari Kecamatan Muara Badak. Kegiatan tersebut digelar secara daring pada 1–2 Juli 2025.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut bahwa partisipasi dua desa ini menjadi bukti komitmen Pemkab dalam mengangkat potensi ekonomi desa. “Pemerintah daerah terus mendorong agar setiap desa memiliki produk unggulan. Tahun ini Desa Lung Anai dengan produk cokelat khasnya dan Desa Muara Badak Ulu dengan olahan nipah dipercaya mewakili Kukar. Ini bukti desa-desa kita sudah mampu bersaing,” ujarnya, Senin (7/6).
Arianto menuturkan, produk unggulan desa tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, jika potensi tersebut dikelola dengan serius, dampaknya bisa meluas hingga ke tingkat kecamatan dan kabupaten. “Ketika produk desa berkembang, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” jelasnya.
Desa Lung Anai tampil dengan produk cokelat lokal bernama LA, sementara Desa Muara Badak Ulu mengangkat empat produk olahan buah nipah. Arianto menambahkan, kedua desa ini telah melalui tahap seleksi di tingkat kabupaten sebelum akhirnya ditetapkan sebagai perwakilan Kukar. “Kami menilai aspek keunikan, potensi pasar, serta nilai tambah dari produk yang dikembangkan,” tambahnya.
Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Effendi, menjelaskan bahwa inovasi berbahan dasar buah nipah telah dikembangkan oleh kelompok usaha Cahaya Mentari. “Ada empat produk yang kami tampilkan, yaitu briket dari batok nipah, teh daun nipah, tepung buah nipah, dan garam nipah,” katanya.
Ia menyebut, pemanfaatan nipah menjadi bukti kreativitas warga pesisir dalam mengelola potensi lingkungan sekitar. Pemerintah desa juga turut memberikan dukungan fasilitas produksi bagi pelaku usaha lokal. “Kami berharap, melalui lomba ini produk kami bisa dikenal lebih luas dan menembus pasar nasional,” harap Ruslan.
Keberhasilan Desa Lung Anai dan Muara Badak Ulu diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kukar untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi unggulan masing-masing. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah promosi dan pertukaran ide menuju penguatan ekonomi berbasis desa di Kalimantan Timur. (Adv)






