Inovasi Desa Sebulu Raih Perhatian, Menuju Perlindungan HAKI

No comments

TENGGARONG – Inovator Desa Sebulu Sambut Optimis Pendampingan DPMD Kukar, Kecamatan Sebulu kembali mencuri perhatian dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025. Puluhan inovator dari desa-desa setempat menegaskan keseriusan mereka dalam menciptakan teknologi sederhana yang menjawab persoalan masyarakat sehari-hari. Keberhasilan mereka bukan hanya membuahkan juara, tetapi juga membuka peluang pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Salah satu inovator asal Desa Sangasanga menyampaikan rasa bangganya karena karya yang diciptakan dapat dilombakan hingga tingkat kabupaten. Ia menekankan bahwa dukungan posyantek dan kecamatan menjadi faktor penting keberhasilan tersebut. “Bimbingan teknis dari posyantek membuat karya kami lebih matang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Karya unggulan dari Sebulu meliputi inovasi pengolahan padi dan obat-obatan herbal berbahan lokal. Produk ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian kearifan lokal. Para inovator menilai ajang TTG 2025 memberikan ruang bagi mereka mengekspresikan ide kreatif sesuai kondisi desa masing-masing.

Mereka berharap dukungan pemerintah tidak berhenti di tingkat kabupaten. Pendampingan berkelanjutan, kata mereka, menjadi kunci agar teknologi yang lahir dari desa benar-benar dapat diterapkan dan memiliki manfaat nyata bagi warga. “Kami ingin karya ini bisa dipakai masyarakat secara luas, bukan hanya untuk lomba,” ujar seorang inovator.

Para peserta juga mengapresiasi kehadiran Camat Sebulu, Edy Fachruddin, yang aktif mendampingi dan memastikan setiap inovator mendapat fasilitas yang dibutuhkan. Kolaborasi ini dinilai meningkatkan semangat dan kualitas hasil inovasi. “Dukungan dari pemerintah kecamatan membuat kami lebih percaya diri,” kata inovator lainnya.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa seluruh pemenang TTG 2025, termasuk dari Sebulu, akan menerima pendampingan intensif sebelum berlaga di tingkat provinsi Kalimantan Timur. Hal ini untuk memastikan setiap kekurangan diperbaiki dan setiap karya siap bersaing.

Dengan antusiasme tinggi dari pelaku inovasi dan dukungan pemerintah, TTG 2025 di Sebulu diharapkan mampu mencetak inovator desa yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tangguh menghadapi persaingan di tingkat provinsi. “Semangat inovasi ini harus terus tumbuh agar manfaatnya dirasakan masyarakat desa secara nyata,” pungkas Arianto. (Adv)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar