Aktivis 98 Apresiasi Respons Pemerintah atas Teror terhadap Wakoor KontraS

No comments
Arsip foto - Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) (sc: Antara)

Kabarnews.co, JAKARTA – Kalangan Aktivis 98 mengapresiasi sikap pemerintah yang dinilai cepat merespons kasus teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Respons tersebut dinilai penting untuk menunjukkan komitmen negara dalam melindungi para pembela hak asasi manusia.

Ketua PIJAR 98, Sulaiman Haikal, menyampaikan bahwa langkah pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia dan aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai respons cepat dari pemerintah merupakan sinyal kuat bahwa tindakan teror tidak dapat ditoleransi dalam negara demokrasi.

Menurutnya, perlindungan terhadap aktivis dan pegiat HAM harus menjadi perhatian serius, mengingat peran mereka sangat penting dalam mengawal penegakan hukum serta memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Teror terhadap pembela HAM tidak boleh dibiarkan. Negara harus memastikan pelaku dan aktor intelektualnya segera ditangkap agar tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi,” ujar Sulaiman Haikal.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri terjadi setelah korban menghadiri sebuah kegiatan diskusi publik. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu memicu kecaman dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja-kerja advokasi organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

Aktivis 98 pun berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi teror tersebut secara transparan. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang dan rasa aman bagi para pembela HAM tetap terjaga.

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar