Kabarnews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membuka peluang kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda untuk memperkuat program pembinaan kampung mualaf di sejumlah desa.
Peluang kolaborasi tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Kukar, Fathul Alamin, usai audiensi bersama dosen dan mahasiswa FUAD UINSI Samarinda, Rabu (6/5/2026).
Menurut Fathul, program pembinaan kampung mualaf menjadi salah satu bidang yang sangat memungkinkan untuk dikerjakan bersama perguruan tinggi, khususnya UINSI yang memiliki fokus pada pengembangan ilmu keagamaan dan dakwah.
“Di Kesra kami punya program pembinaan kampung mualaf di beberapa desa, dan ini bisa diambil perannya oleh teman-teman UINSI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, dan Hidayatullah.
Program itu lahir dari kebutuhan masyarakat mualaf yang ingin memperdalam pemahaman agama Islam setelah memutuskan berpindah keyakinan. Namun dalam praktiknya, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah kendala sehingga pembinaan belum dapat berjalan maksimal.
“Karena keterbatasan SDM, waktu, dan biaya, pembinaan di kampung mualaf ini memang belum bisa optimal,” jelasnya.
Fathul mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat di kampung mualaf yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, baik terkait syariat Islam, rukun Islam, hingga pembelajaran dasar keagamaan lainnya.
Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk membantu memperkuat pembinaan di lapangan. Kehadiran mahasiswa dan akademisi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat maupun dakwah berbasis pendidikan.
“Masih banyak yang membutuhkan bimbingan, baik terkait syariat maupun rukun Islam. Harapannya UINSI bisa ambil peran di situ,” tambahnya.
Selain pembinaan kampung mualaf, Pemkab Kukar juga membuka peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan mahasiswa UINSI di sejumlah kecamatan.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas program pembinaan masyarakat dapat semakin meningkat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.





