Kabarnews.co, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus menggencarkan program revitalisasi Posyandu dengan menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kader Posyandu. Langkah ini dinilai krusial dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa revitalisasi Posyandu tidak hanya sebatas perbaikan fasilitas fisik, tetapi juga berfokus pada aspek kompetensi kader. Menurutnya, kualitas pelayanan sangat bergantung pada kesiapan dan pengetahuan para kader dalam menjalankan fungsinya.
“Revitalisasi bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik,” ujar Arianto pada Selasa (1/5).
Untuk itu, DPMD Kukar telah menyusun program pelatihan sistematis dan pendampingan langsung kepada para kader Posyandu. Materi pelatihan meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan lansia, serta upaya pencegahan stunting yang masih menjadi isu penting di daerah.
Arianto menambahkan, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Posyandu yang aktif dan partisipatif diyakini mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar kesehatan di tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat merasa memiliki Posyandu dan ikut serta dalam setiap kegiatannya. Semakin tinggi partisipasi warga, semakin besar dampak positif yang dihasilkan,” tambahnya.
Melalui revitalisasi berbasis peningkatan kompetensi kader dan partisipasi masyarakat, DPMD Kukar berharap Posyandu benar-benar menjadi pusat layanan kesehatan yang tanggap, efektif, dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
(Adv/DPMD/Kukar)






