Kabarnews.co, TENGGARONG – Maraknya peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi perhatian aparat kepolisian di wilayah Tenggarong dan sekitarnya. Aktivitas masyarakat yang meningkat, terutama terkait kebutuhan penukaran uang pecahan untuk Lebaran, dinilai menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan. Situasi ini mendorong aparat untuk meningkatkan imbauan serta langkah pencegahan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda, menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya hanya menukar uang di tempat resmi seperti bank atau money changer yang memiliki izin. Menurutnya, lokasi penukaran uang di pinggir jalan sering kali tidak memiliki pengawasan yang jelas, sehingga berpotensi menjadi tempat beredarnya uang palsu.
Ia menjelaskan, menjelang momen Lebaran biasanya kebutuhan uang pecahan kecil meningkat tajam. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih cara cepat dengan menukar uang di tempat yang tidak resmi. Padahal, langkah tersebut justru berisiko karena tidak ada jaminan keaslian uang yang diterima.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian melakukan berbagai langkah preemtif. Salah satunya melalui penyebaran informasi di media sosial serta edukasi langsung oleh Bhabinkamtibmas, Binmas, dan personel intelijen Satreskrim. Tujuannya agar masyarakat semakin memahami ciri-ciri uang asli sekaligus meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memahami metode 3D dalam mengenali uang rupiah asli, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Dari sisi visual, warna uang asli terlihat terang dan tidak mudah luntur, serta memiliki benang pengaman dan tinta yang berubah warna. Dari sisi tekstur, terdapat bagian yang terasa kasar seperti pada gambar pahlawan dan angka nominal.
Jika uang diterawang ke arah cahaya, akan terlihat tanda air atau watermark serta gambar yang saling melengkapi. Polisi menegaskan bahwa apabila masyarakat menemukan uang palsu, mereka tidak boleh mengedarkannya kembali. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwajib agar dapat dilakukan penelusuran dan penindakan lebih lanjut.
Menjelang puncak aktivitas ekonomi sebelum Idulfitri, masyarakat diharapkan semakin teliti, terutama jika menerima uang dalam jumlah besar atau dalam kondisi terlalu baru dan dibendel rapi dengan nomor seri yang seragam. Dengan kerja sama antara aparat dan masyarakat, peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dapat ditekan.






