Kabarnews.co, TENGGARONG – Warga di wilayah pesisir Kutai Kartanegara masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar yang memprihatinkan. Selama tiga tahun terakhir, masyarakat di Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu terpaksa bergantung pada kereta gantung sederhana untuk menyeberangi sungai sebagai akses utama aktivitas sehari-hari.
Sarana penyeberangan tersebut hanya berupa rangka sederhana dengan tali dan katrol, tanpa pelindung maupun standar keselamatan yang memadai. Meski berisiko, fasilitas darurat itu tetap digunakan warga karena tidak adanya alternatif akses lain untuk menghubungkan wilayah mereka.
Setiap hari, anak-anak harus menyeberang menggunakan kereta gantung itu untuk berangkat ke sekolah. Para ibu membawa kebutuhan rumah tangga, sementara para pekerja melintas dengan berbagai barang bawaan, semuanya dengan kondisi keamanan yang sangat terbatas.
Tak ada pagar pengaman maupun jaring pelindung pada alat penyeberangan tersebut. Yang ada hanyalah keberanian warga yang sudah terbiasa menghadapi risiko, serta harapan agar perjalanan mereka selamat hingga mencapai seberang sungai.
Kondisi ini menjadi ironi tersendiri. Pasalnya, wilayah pesisir Kukar dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari batu bara, minyak bumi hingga gas alam, namun sebagian masyarakatnya masih kesulitan memperoleh akses infrastruktur dasar.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat. Ia memastikan kondisi tersebut telah masuk dalam perhatian dan pemantauan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah juga telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan mitigasi serta kajian teknis guna menentukan langkah penanganan yang tepat. Pemerintah daerah diharapkan segera menghadirkan solusi konkret agar warga Dusun Damai tidak lagi mempertaruhkan keselamatan demi menjalani aktivitas dasar seperti bersekolah, bekerja, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.






