Kabarnews.co, TENGGARONG – Kemeriahan Turnamen Sepak Bola Sebelimbingan Cup VII 2026 yang resmi bergulir pada Minggu (25/10/2026) di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya membawa angin segar bagi para pegiat olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Kabar gembira datang dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang secara mengejutkan mengumumkan pelipatgandaan total hadiah pembinaan. Juara pertama yang awalnya dijanjikan Rp25 juta kini melonjak tajam menjadi Rp50 juta. Disusul Juara 2 sebesar Rp30 juta, Juara 3 Rp20 juta, dan Juara 4 membawa pulang Rp10 juta. Tak hanya itu, seluruh peserta juga dibebaskan dari biaya pendaftaran.
Anggota DPRD Kukar periode 2024–2029, Taufik Ridiannur, mengungkapkan bahwa penambahan nominal hadiah ini merupakan hasil kesepakatan bersama setelah dirinya berdiskusi langsung dengan Bupati Aulia. Keputusan strategis ini diambil setelah melihat besarnya dampak positif turnamen terhadap perputaran ekonomi kerakyatan di desa tersebut.
“Setelah berbincang dengan Pak Bupati, kita sepakati untuk menambah hadiah karena event ini terbukti sangat membantu banyak UMKM dan tenaga kerja lainnya di lapangan,” ungkap Taufik.
Terselenggaranya ajang bergengsi ini tak lepas dari peran aktif Taufik Ridiannur. Melalui sinergi kuat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 ini turut memfasilitasi berbagai kebutuhan penyelenggaraan turnamen. Ia menjelaskan bahwa dukungannya terhadap perhelatan olahraga rakyat semacam ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun berturut-turut di wilayah konstituensinya.
“Di tahun ketiga ini kita adakan di Kota Bangun, yang sebelumnya di tahun pertama dan kedua telah sukses kita selenggarakan di Muara Wis,” paparnya.
Turnamen tahun ini membatasi kuota peserta sebanyak 48 klub dan akan berlangsung selama 27 hari penuh. Menurut Taufik, durasi panjang ini merupakan momentum emas bagi warga untuk berjualan di sekitar lapangan. Perekonomian desa benar-benar terangkat seiring dengan tingginya antusiasme penonton yang datang dari berbagai wilayah hulu.
Terkait status open tournament yang memperbolehkan klub menyewa pemain luar atau berlabel profesional, Taufik menilainya sebagai strategi jitu untuk pembinaan mental atlet lokal.
“Kehadiran pemain luar yang jam terbangnya tinggi memberikan tontonan menarik. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi kawan-kawan pemain lokal kita. Saat melihat pemain pro tampil, semangat dan rutinitas mereka untuk berlatih akan semakin tumbuh,” urainya.
Menutup keterangannya, Taufik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kepemudaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Ia berjanji akan terus menggandeng instansi terkait guna merutinkan penyelenggaraan event berskala besar setiap tahunnya di wilayah Dapil 6 Kukar.
Penulis : Jifran





