Kabarnews.co, IRAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Pezeshkian menyatakan bahwa perang hanya dapat dihentikan apabila hak-hak Iran diakui oleh pihak internasional. Ia menegaskan bahwa konflik yang terjadi dipicu oleh serangan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
Menurutnya, pengakuan terhadap hak-hak sah Iran menjadi syarat utama agar ketegangan dapat mereda. Selain itu, Iran juga menuntut adanya pembayaran ganti rugi atas kerusakan dan korban yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Syarat lainnya yang disampaikan adalah adanya jaminan internasional yang kuat agar agresi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Pemerintah Iran menilai jaminan tersebut penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan kawasan.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen terhadap perdamaian regional. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara lain, termasuk Rusia dan Pakistan, mengenai situasi konflik yang sedang berlangsung.
Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak 28 Februari 2026 setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu balasan dari Iran berupa serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut menimbulkan kekhawatiran global karena berdampak pada stabilitas kawasan serta memicu gangguan terhadap jalur energi dan perdagangan internasional. Hingga kini berbagai upaya diplomasi masih terus dilakukan oleh sejumlah negara untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.






