TENGGARONG — Rombongan TP PKK Desa Dangin Puri Kauh, Kota Denpasar, melakukan kunjungan studi tiru ke Kutai Kartanegara pada Selasa (4/11), memanfaatkan kesempatan untuk belajar praktik terbaik pembangunan desa dan digitalisasi pemerintahan desa.
Sebanyak 44 peserta, termasuk kepala desa, perangkat desa, TP PKK, karang taruna, LPM, dan pendamping desa, disambut hangat di Pendopo Odah Etam. Jamuan makan malam berlangsung akrab dan penuh canda, menciptakan suasana silaturahmi yang erat.
“Tujuan kami ke Kukar adalah untuk belajar langsung bagaimana desa bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal sambil memperkuat pemberdayaan masyarakat,” ujar salah satu kepala desa dari Denpasar.
Kunjungan ini akan berlanjut ke Desa Loa Duri Ilir, yang dikenal sebagai desa digital unggulan di tingkat nasional dan internasional. Rombongan tertarik dengan transformasi digital desa ini, termasuk pengelolaan data dan inovasi BUMDes yang menjadi contoh bagi banyak wilayah.
Menurut Arianto, Kepala DPMD Kukar, kekuatan Loa Duri Ilir tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada kohesi sosial masyarakat yang harmonis, meski dihuni warga dari berbagai etnis. Hal ini menjadi modal penting dalam pembangunan desa.
Rombongan berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama yang lebih produktif antara Denpasar dan Kukar, khususnya dalam digitalisasi, pemberdayaan warga, dan inovasi tata kelola berbasis teknologi. “Belajar dari pengalaman Kukar, kami ingin desa kami juga bisa lebih maju dan berdaya saing,” kata salah satu peserta.
Malam studi tiru yang hangat ini diharapkan menjadi awal kolaborasi jangka panjang, mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi lintas daerah. (Adv)






