Samarinda – Dunia pendidikan di Kalimantan Timur semakin seru dengan hadirnya teknologi tiga dimensi (3D) dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim kini mendorong para guru untuk lebih melek teknologi agar bisa menghadirkan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan pihaknya ingin para guru terbiasa membuat konten digital interaktif yang ramah edukasi.
“Kami dorong terus kegiatan yang memberikan ruang bagi para guru untuk menambah ilmu, khususnya dalam pembuatan konten interaktif berstandar edukasi,” ujarnya.
Menurutnya, kunci melahirkan siswa kreatif ada pada guru yang tidak takut mencoba hal baru.
“Tujuan utamanya adalah mendorong inovasi dan kreativitas siswa melalui pendekatan pembelajaran yang mendalam, menyenangkan, dan bermakna,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal itu, Disdikbud Kaltim bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan, BLPT, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, hingga penyedia layanan teknologi. Guru yang sudah ikut pelatihan diharapkan bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
Tak hanya soal teknologi 3D dan AR, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan program kelas bilingual, kelas internasional, hingga riset siswa. Semua itu bertujuan agar pendidikan di Kaltim bisa beradaptasi dengan tantangan global.
Armin mengajak para guru untuk terus belajar dan aktif berbagi ilmu dalam komunitas.
“Kami dorong para guru untuk tidak pernah berhenti belajar dan aktif menciptakan komunitas untuk saling berbagi pengetahuan dan meningkatkan kompetensi secara mandiri, mencontoh semangat belajar pendidik di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan,” ungkapnya.
Dengan semangat baru ini, pembelajaran di Kaltim tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Melainkan semakin kreatif, interaktif, dan penuh inovasi, sehingga siswa lebih siap menghadapi masa depan. (*)
***
Sumber : news.republika.co.id
Editor : Rachaddian (dion)






