Bunda PAUD Kukar Launching Inovasi “Anak Etam”, Percepat Peningkatan Layanan PAUD Bermutu

No comments
Foto: Launching Inovasi "Anak Etam" oleh Bunda PAUD Kutai Kartanegara dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Senin (13/10/2025) malam.

Kabarnews.co, TENGGARONG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Andi Deezca Pravidhia Aulia, secara resmi melaunching inovasi “Anak Etam”, di Pendopo Odah Etam, Senin (13/10/2025). Inovasi ini sebagai langkah percepatan memastikan seluruh anak usia dini di Kukar mendapatkan pelayanan bermutu di PAUD.

Andi Deezca menjelaskan, “Anak Etam” atau Aksi Nyata Kolaborasi Tangguh Majukan PAUD Bermutu berlandaskan filosofi kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab kolektif dalam mempersiapkan generasi emas Kukar.

“Inovasi ini memerlukan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain aksi 3D, yaitu Data, Datangi, dan Daftarkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi ini juga akan disosialisasikan melalui penyampaian regulasi terkait kebijakan PAUD dan pelaksanaan kelas parenting di 20 kecamatan. “Kami akan memulai kegiatan ini di Kecamatan Loa Janan pada hari Selasa besok,” jelasnya.

Selain itu, Bunda PAUD juga berkomitmen meningkatkan mutu layanan melalui pembinaan teknis pendidikan dan kependidikan, meningkatkan mutu lembaga, memprioritaskan pendidikan anak berkebutuhan khusus dan stunting, serta mendorong transisi PAUD ke SD menjadi menyenangkan bagi anak-anak.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Bunda PAUD, pada tahun pelajaran 2025/2026, jumlah anak usia dini di Kukar sebanyak 29.945 anak, namun yang terdaftar di PAUD hanya sekitar 18.897 anak atau sekitar 64,2 persen, sementara yang belum terdaftar sebanyak 10.528 anak atau sekitar 36,8 persen.

Hal tersebut kemudian menjadi perhatian Bupati Kukar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Setdakab Kukar, Ahyani Fadiannur Diani. Menurutnya, tingginya angka anak usia dini di Kukar yang tidak terdaftar di PAUD menjadi salah satu masalah yang harus ditemukan akar penyebabnya.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bunda PAUD, baik di kecamatan maupun kabupaten. Apakah penyebabnya karena sarana prasarana, karena faktor geografis, biaya pendidikan, atau kesadaran orang tua,” ujar Aulia.

Aulia pun berharap, launching ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. “Inovasi ini menjadi upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Penulis: Azizah/Kabarnews.co

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar