Beseprah: Makan Bersama, Menyatukan Pemimpin dan Rakyat dalam Kesetaraan

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Beseprah, tradisi makan bersama dalam rangkaian Erau Adat Kutai yang dilaksanakan setiap tahun. Deretan makanan tersaji rapi di atas tikar yang membentang di jalanan Tenggarong. Aneka hidangan khas daerah, hasil olahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Komunitas Masyarakat, Badan Usaha Milik Daerah, hingga Kesultanan Kutai Kartanegara, disiapkan bukan untuk sekadar dinikmati, tetapi untuk dibagi bersama.

Dalam suasana hangat, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar),serta jajaran Forkopimda, duduk sejajar bersama Masyarakat. Tak ada jarak, tak ada perbedaan derajat. “Filosofi dari beseprah ini adalah kesetaraan. Bagaimana pemimpin berusaha untuk melayani masyarakatnya. Jadi jangan hanya dipandang sebagai acara makan bersama, tapi maknanya jauh lebih dalam,” ungkapnya.

Tradisi beseprah memang bukan sekadar pesta rakyat. Ia adalah warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun, bagian dari rangkaian panjang Erau yang berasal dari kata “Eroh”, berarti meramaikan. Setelah beseprah, rangkaian dilanjutkan dengan belimbur, prosesi penyucian diri yang menjadi penutup meriah Erau.

Lebih dari sekadar ritual, beseprah menegaskan bahwa adat memiliki pesan moral yang relevan dengan kehidupan masa kini. Kesederhanaan, kebersamaan, dan pelayanan menjadi nilai utama yang dihidupkan dalam tradisi ini.

Seperti disampaikan Bupati, “Dengan kebersamaan seperti ini, kita berharap pembangunan di Kutai Kartanegara bisa berjalan baik dan lancar.”

Di balik tawa, canda, dan suapan nasi di atas tikar, beseprah menghadirkan pelajaran berharga, bahwa dalam kebersamaan, derajat manusia sejajar, dan dari situlah harmoni kehidupan bermula.

Penulis: Azizah/Kabarnews.co

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar