Tugu Khatulistiwa Santan Ulu Dikembangkan Jadi Destinasi Edukatif dan Kuliner

No comments

Kabarnews.co, Kutai Kartanegara – Tugu Khatulistiwa di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, bersiap naik kelas sebagai destinasi wisata edukatif dan kuliner. Lokasinya yang strategis di jalur Bontang–Samarinda menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, sekaligus menjadi rest area yang nyaman bagi pelintas jalur antarwilayah.

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengatakan bahwa perhatian terhadap kawasan Tugu Equator semakin meningkat. Pemerintah desa telah membangun beberapa fasilitas dasar, seperti gazebo, untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Selain itu, pihak desa sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan sekitar untuk menambah fasilitas panggung dan area pertunjukan.

“Kami sudah sounding ke Dispar Kukar dan Pemprov. Nantinya juga akan ada bantuan perusahaan untuk membuat panggung kegiatan agar pengunjung bisa menikmati suasana dengan fasilitas yang lebih baik,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menilai bahwa Tugu Khatulistiwa di Santan Ulu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi geografi dan kuliner lokal. Selain menjadi tempat persinggahan, destinasi ini dapat difungsikan sebagai sarana belajar tentang fenomena alam garis khatulistiwa, khususnya fenomena “hari tanpa bayangan” yang menarik minat pelajar dan wisatawan.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan destinasi tersebut masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Dispar Kukar akan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Santan Ulu dan menghubungkan kawasan tersebut dengan destinasi lain di Marangkayu dan Muara Badak. Upaya ini diharapkan menciptakan jalur wisata terpadu yang memperkuat perekonomian masyarakat lokal.

Berdasarkan data dari visitingkutaikartanegara.com, pariwisata merupakan program prioritas Pemkab Kukar, dengan target peningkatan kunjungan wisatawan hingga 20 persen dalam dua tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan pengembangan destinasi berbasis alam dan budaya lokal.

Selain nilai geografisnya, Tugu Khatulistiwa juga menyimpan fenomena ilmiah yang menjadi daya tarik tersendiri. Kejadian kulminasi matahari yang menciptakan momen tanpa bayangan dua kali dalam setahun menjadikan lokasi ini cocok untuk wisata pendidikan.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan sekitar, Tugu Khatulistiwa Santan Ulu diharapkan berkembang menjadi ikon wisata baru yang menyatukan unsur edukasi, budaya, dan kuliner khas Kukar. (Adv/DisparKukar)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar