RT-Ku Terbaik Dinilai Efektif, Kades Loa Ulung: Dampaknya Lebih Merata ke Seluruh RT

No comments
Foto: Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria.

Kabarnews.co, TENGGARONG – Salah satu program prioritas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) adalah program RT-Ku Terbaik. Program ini memberikan dana sebesar Rp 150 juta per RT untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat dasar.

Program ini merupakan kelanjutan skema sebelumnya yang sebesar Rp 50 juta, dengan fokus pada prioritas seperti layanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan sosial.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menilai Program RT-Ku Terbaik memberikan dampak langsung yang lebih merata di seluruh wilayah desa. Menurutnya, skema sebelumnya berupa dana Rp50 juta per RT terbukti menjangkau seluruh lingkungan, termasuk RT yang selama ini sulit terlibat dalam kegiatan desa karena jarak dan keterbatasan akses.

“Alhamdulillah sudah menjangkau. Dengan adanya anggaran 50 juta itu, kegiatan di masing-masing RT bisa berjalan, seperti Agustusan atau peringatan hari besar lainnya. Karena program ini per RT, mereka punya ruang sendiri untuk bergerak,” ujar Hermi, Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa manfaat program tidak hanya untuk kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga kebutuhan langsung warga di tingkat lingkungan.
“Kadang ada perbaikan jalan kecil atau jembatan yang mereka butuhkan, itu bisa tertangani sendiri. Jadi lebih tersentuh ke wilayah mereka masing-masing,” katanya.

Untuk memastikan pengelolaan berjalan tertib, pemerintah desa tetap mendampingi proses administratif, mulai dari Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Pengawalannya kami bantu, terutama SPJ dan penyusunan RAB, karena tidak semua RT paham administrasi atau IT. Sekretaris RT ikut membantu, dan pendamping desa juga terlibat mendukung kami,” jelas Hermi.

Menurutnya, mekanisme ini selaras dengan tujuan RT-Ku Terbaik yang menempatkan RT sebagai unit terdepan dalam pemberdayaan masyarakat, sementara desa berperan sebagai fasilitator dan pengawas agar program berlangsung transparan dan tepat sasaran.

Penulis: Azizah | Kabarnews.co

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar