Kabarnews.co, SAMARINDA – Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Samarinda terus mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Rumah BUMN Business Competition (RUBIC) 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Prof. Masjaya Universitas Mulawarman itu resmi menutup seluruh rangkaian kompetisi melalui pelaksanaan final stage dan talk show, Selasa (2/12/2025).
Final stage RUBIC tahun ini diikuti oleh lima UMKM lokal yang berhasil lolos kurasi dan penilaian sejak tahap awal. Antusiasme tinggi pun tidak terbendung untuk menampilkan inovasi produk dan strategi bisnis terbaik demi memperebutkan gelar juara serta peluang pendampingan lanjutan dari Rumah BUMN Samarinda.
RUBIC merupakan inisiatif PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Rumah BUMN Samarinda yang didesain sebagai ruang kreatif bagi pelaku UMKM, terutama generasi milenial. Dengan tema “Karya Muda, Digitalkan UMKM”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah berkembangnya ide-ide bisnis kreatif yang berbasis inovasi digital dan teknologi.
Senior Manager Micro Small Enterprise (MSE) Incubation Telkom Indonesia, Adrian Sani Harahap, mengatakan bahwa RUBIC hadir sebagai upaya mengubah cara pandang anak muda dalam melihat peluang ekonomi.
“Melalui RUBIC, kami ingin menggeser pola pikir itu. Anak muda harus percaya bahwa mereka bisa membangun usaha sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini selaras dengan konsep pembinaan UMKM Telkom melalui four go, yaitu go modern, go digital, go online, dan go global. Pendampingan dilakukan secara intensif agar UMKM benar-benar mampu naik kelas dan berkembang di pasar yang lebih luas.
Adrian menambahkan bahwa secara nasional, Telkom telah membina hampir 100 ribu UMKM melalui 42 Rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun Rumah BUMN Samarinda telah membina sekitar 4 ribu UMKM, angka yang terus meningkat seiring intensitas pembinaan.
Dalam penguatan ekosistem UMKM, Telkom juga menerapkan strategi kolaborasi pentahelix dengan melibatkan pemerintah, media, komunitas, industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Membina UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. Semakin banyak kolaborasi yang terbangun, semakin besar pula dampak yang bisa kita hasilkan,” tambahnya.
Telkom pun turut menjalin kerja sama lintas BUMN dan sektor swasta. Salah satu langkah yang ditempuh adalah benchmarking dengan Astra Group untuk memperkuat pengelolaan program pemberdayaan UMKM di tingkat nasional.
Menurut Adrian, dukungan pemerintah juga sangat kuat, mengingat Rumah BUMN adalah inisiatif dari Kementerian BUMN. Telkom sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam pemberdayaan UMKM melalui berbagai program sejak awal 2000-an.
Ia berharap RUBIC dapat menjadi ruang lahirnya inovasi baru dari pelaku usaha muda di Kalimantan Timur.
“Tujuan besar kami adalah membantu UMKM naik kelas. Jika produk Indonesia bisa menembus pasar global, itu bukan hanya keberhasilan Telkom, tetapi juga kebanggaan seluruh bangsa,” tegasnya.
Ke depan, kata Adrian, RUBIC ditargetkan berkembang menjadi kegiatan bertaraf nasional sekaligus menjadi field project di setiap region Telkom.
Penulis: Azizah | Kabarnews.co






