Kabarnews.co, SAMARINDA — Sekitar 300 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menggelar aksi besar di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Unjuk rasa itu berlangsung dengan tertib namun penuh semangat, dipicu oleh kekhawatiran para mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan generasi muda, khususnya tentang program beasiswa dan perubahan sistem pemilihan kepala daerah.
Para mahasiswa membawa berbagai spanduk bertuliskan tuntutan mereka, di antaranya mengenai perlunya kejelasan implementasi Beasiswa Gratispol agar bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh seluruh mahasiswa yang berhak. Mereka menilai selama ini program tersebut belum berjalan merata dan masih menyisakan banyak persoalan administrasi serta ketidakpastian dalam penyalurannya.
Selain itu, massa aksi juga secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD. Mahasiswa menyebut langkah tersebut sebagai upaya yang bisa mengurangi peran serta demokrasi rakyat dalam memilih pemimpin daerah, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya aspirasi publik.
Orator aksi menyampaikan bahwa tuntutan mereka tidak hanya soal beasiswa dan pilkada, tetapi juga mencakup seruan kepada pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat, termasuk aspek pendidikan dan pemerintahan yang transparan. Suara mereka bergema saat membacakan delapan poin aspirasi utama yang dibawa ke DPRD.
Aksi berlangsung hingga sore hari dan berakhir setelah dialog singkat dengan perwakilan DPRD. Aparat keamanan sempat melakukan pengaturan arus lalu lintas karena massa sempat memadati badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.
Sementara itu, beberapa perwakilan mahasiswa berharap setelah demonstrasi ini pemerintah provinsi segera menindaklanjuti tuntutan mereka dengan langkah konkret agar masalah yang dikeluhkan tidak terus berulang. Aksi ini mencerminkan keterlibatan aktif generasi muda dalam menyuarakan aspirasi publik di tengah dinamika kebijakan regional.
Sumber : https://pktvkaltim.com/300-mahasiswa-tuntut-kejelasan-beasiswa-gratis-pol-dan-tolak-ruu-pilkada/






