Kabarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menerima kunjungan silaturahmi dari Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Selasa (08/07) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Kunjungan yang dipimpin Bupati Wajo H. Andi Rosman ini disambut langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, Arianto, turut hadir mendampingi rombongan penyambutan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh makna, menandai hubungan baik antara kedua daerah yang memiliki ikatan sejarah panjang.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia Rahman menegaskan pentingnya menjaga hubungan historis dengan Kabupaten Wajo. Ia mengingatkan bahwa salah satu Raja Kutai, Sultan Aji Muhammad Idris, dimakamkan di wilayah Wajo, yang menjadi simbol keterikatan antara kedua daerah. “Ini bukan hanya hubungan antardaerah, tetapi hubungan emosional yang sudah berlangsung sejak masa kerajaan,” ujarnya.
Kepala DPMD Kukar Arianto menambahkan, ikatan sejarah tersebut bisa menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama di bidang pemerintahan dan pembangunan desa. “Kita memiliki kedekatan budaya dan sejarah yang kuat. Ini bisa menjadi dasar membangun kolaborasi di sektor-sektor strategis seperti ekonomi, pertanian, dan tata kelola pemerintahan desa,” katanya.
Arianto juga menyoroti kemajuan Wajo dalam bidang pertanian yang patut dijadikan contoh. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Wajo, daerah tersebut memiliki lebih dari 10.500 hektare lahan produktif yang dikelola secara modern. “Kukar juga memiliki potensi pertanian yang besar. Kita bisa belajar dari Wajo dalam hal efisiensi dan pemberdayaan petani lokal,” jelasnya.
Mengacu pada data dari situs resmi kukarkab.go.id, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kutai Kartanegara. Pemerintah daerah terus memperkuat program pemberdayaan desa melalui pelatihan, bantuan alat pertanian, dan pengembangan BUMDes. Langkah ini selaras dengan semangat kerja sama lintas daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kunjungan silaturahmi ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan dalam pengelolaan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa. DPMD Kukar menilai, kemitraan seperti ini bisa menjadi sarana berbagi pengalaman dan inovasi, terutama dalam membangun desa mandiri yang berdaya saing.
Arianto berharap, pertemuan antara Kukar dan Wajo tidak berhenti pada tataran seremoni, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi strategis yang nyata. “Kita ingin kerja sama ini menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat kedua daerah, baik dalam peningkatan ekonomi maupun kualitas tata kelola desa,” tutupnya.
Langkah ini menegaskan komitmen Kutai Kartanegara dalam memperkuat hubungan antardaerah berbasis sejarah, budaya, dan pembangunan berkelanjutan. (Adv)






