Kabarnews.co, TENGGARONG – Rapat evaluasi Koperasi Merah Putih (KMP) Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Kantor Bupati Kukar menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola koperasi. Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh agar koperasi benar-benar berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam evaluasi tersebut, ditemukan sejumlah kelemahan mendasar seperti lemahnya manajemen, kurangnya transparansi, hingga peran sosial ekonomi koperasi yang belum maksimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bupati menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan instrumen pemerataan kesejahteraan. Ia meminta pengurus koperasi menumbuhkan komitmen berbasis gotong royong dan bukan berorientasi pada keuntungan pribadi.
Rapat juga dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah seperti Kepala DPMD Arianto dan Kepala Dinas Koperasi UKM Ida Bagus Sidharta. Keterlibatan lintas OPD menunjukkan pentingnya koordinasi agar pembenahan koperasi dilakukan secara komprehensif.
Arianto menyampaikan perlunya redefinisi peran koperasi dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa. Ia menilai bahwa pembenahan sistem dan peningkatan kapasitas SDM wajib menjadi prioritas.
Dalam arahannya, Bupati meminta setiap koperasi menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan administrasi profesional. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai langkah korektif agar koperasi semakin sehat.
Pertemuan ditutup dengan komitmen menyusun roadmap baru yang fokus pada peningkatan kapasitas, penataan sistem kerja, dan integrasi kelembagaan. Pemerintah berharap koperasi dapat menjadi penopang ekonomi lokal yang lebih kuat di masa depan. (Adv/DPMDKukar)






