Kabarnews.co, TENGGARONG – Program teritorial komprehensif Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) edisi ke-130 dipastikan akan diselenggarakan di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan rencana operasi militer non-kombatan tersebut, kegiatan pembangunan sarana publik masyarakat sipil ini dijadwalkan secara resmi dimulai pada 13 Oktober 2026, dengan mengerahkan kekuatan massal tak kurang dari 500 prajurit TNI maupun komponen birokrat.
Komandan Kodim (Dandim) 0906/KKR, Letkol Arm Benny Budiman, memastikan secara institusional bahwa seluruh aspek perancangan administrasi dan operasional lapangan bagi pagelaran bakti sosial masif ini telah terpenuhi seratus persen. Dalam paparan detailnya pada Senin (5/10/2026), Benny menjelaskan bahwa prosesi penentuan tata letak proyek infrastruktur dan rincian jenis peruntukan sasaran target dari program TMMD ini telah melewati prosedur inventarisasi bersama unsur para pemimpin kepala desa setempat.
“Insya Allah tanggal 13 akan kita laksanakan pembukaan TMMD. Persiapan sudah, kita sudah mencari dan menyiapkan sasaran serta lokasi-lokasinya,” ujar Benny saat meninjau skema logistik personel di markas. Pada prinsipnya, intervensi aparat berseragam dalam giat ini berpusat pada penuntasan sarana dasar komunal demi pengentasan kemiskinan, seperti penggarapan titik-titik pembuatan sumur bor dalam tanah, hingga pembenahan infrastruktur puluhan bilik Mandi Cuci Kakus (MCK) warga yang tak layak huni secara berjenjang.
Dandim juga merinci bahwa pengabdian prajurit tidak terbatas pada sekadar membangun pilar bangunan atau mengecor jalan setapak di pedalaman saja. Ia membenarkan bahwa perwujudan esensi Manunggal itu sendiri justru terletak pada misi krusial program pelestarian alam serta peningkatan tata kelola ketahanan pangan wilayah yang nantinya bakal menyedot pergeseran ratusan tenaga personel Kodim 0906/KKR ditambah delegasi dari bermacam korps pasukan yang ada, demi menyokong budidaya tani desa terluar agar makmur.
Merespons langkah progresif tentara ini di teritorialnya, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, sangat menyambut antusias seraya meyakinkan jaminan keberpihakan finansial Pemkab terkait eksekusi lapangan dari program TMMD tersebut. Bupati memastikan dengan tegas bahwa pundi-pundi penopang seluruh kebutuhan teknis dan persetujuan penyusunan dokumen hibah material lokasi garapan operasional TMMD telah ditutup purna penganggarannya oleh pemerintah kabupaten tanpa hambatan.
Aulia menegaskan bahwa keikutsertaan pasukan militer membaur menyumbangkan keringat demi memperbaiki kelayakan permukiman warga akan mendatangkan implikasi luar biasa perihal akselerasi laju pemerataan daerah Kukar. Integrasi harmonis antara kehebatan pasukan lapangan dan pundi pembiayaan yang mapan ini dipastikan bakal menuntaskan penantian lama kaum perdesaan atas pembenahan layanan publik terpinggirkan yang acap kali terbengkalai pada siklus penganggaran APBD umum tahunan. (Adv)
Penulis : Jifran







