Kabarnews.co, TENGGARONG – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mangkurawang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar panen raya padi seluas 135 hektare. Panen ini mencerminkan ketangguhan petani setempat, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur pertanian perlu terus berlanjut.
Panen didominasi varietas padi Inpari 32 dengan potensi hasil rata-rata 4 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi diperkirakan mencapai ratusan ton gabah kering panen.
Ketua Gapoktan Mangkurawang, Yuhardiansyah, mengatakan para petani telah menerima sejumlah bantuan dari pemerintah, seperti bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) jenis kultivator. Namun, ia menilai dukungan itu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan, terutama terkait sarana irigasi.
“Irigasi sangat penting untuk menjaga produktivitas lahan. Kondisinya saat ini belum memadai, sehingga kami membutuhkan tambahan dukungan, termasuk pengadaan alat berat seperti excavator mini,” ujarnya.
Selain irigasi, lanjutnya, pembangunan jalan tani bantuan Dinas Pekerjaan Umum tingkat II juga diharapkan terus berlanjut agar memudahkan akses distribusi hasil panen.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, memastikan pemerintah daerah terus berupaya mendukung petani melalui penyediaan sarana dan prasarana.
“Secara umum Distanak membantu dalam pemenuhan alsin, pembangunan infrastruktur seperti irigasi, dan penyuluhan,” jelasnya.
Rifani menambahkan, untuk wilayah Tenggarong sendiri telah diajukan permintaan baru. “Pengajuan tambahan seperti handtraktor dan rotavator sudah masuk. Nantinya akan disesuaikan dengan alokasi anggaran, baik dari pusat maupun daerah,” katanya.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, para petani optimistis produktivitas pertanian di Kukar dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penulis: Azizah/Kabarnews.co






