Kabarnews.co, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2025 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bappeda Kukar, Selasa (23/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Kukar yang naik menjadi 62 persen dari sebelumnya 60 persen pada 2024.
Menurut Aulia, capaian tersebut tidak hanya berhasil melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi juga berada di atas rata-rata indeks inovasi nasional dan provinsi.
“Jika angka 62 persen sudah melampaui target RPJMD, maka saya yakin Indeks Inovasi Daerah kita juga telah melampaui indeks rata-rata nasional dan provinsi,” ujar Aulia.
Ia menekankan bahwa capaian ini perlu dijadikan standar untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat diimplementasikan dengan baik di Kukar. Aulia juga mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan inovasi sebagai budaya organisasi.
“Harapan kita, capaian ini bisa menjadi budaya organisasi di setiap OPD. Sehingga setiap orang tidak merasa dipaksa berinovasi, karena sudah menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset Daerah (Brida) Kukar, Maman Setiawan, menjelaskan bahwa penilaian IID didasarkan pada 35 indikator. Terdiri dari 20 indikator untuk pemerintah daerah dan 15 indikator untuk inovasi.
“Yang dinilai mulai dari SOP, SK, tim pelaksana, hingga anggaran. Semua harus jelas dan terukur,” kata Maman.
Ia menambahkan, IID Kukar saat ini memang sudah melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 50 persen. Namun, capaian 62 persen masih sedikit di bawah target IID nasional, yakni 65 persen.
Selain membuka Pekan Inovasi dan Kreativitas 2025, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan bagi para pemenang inovasi tahun 2024.
Maman berharap penghargaan tersebut dapat memacu semangat para inovator untuk terus melahirkan ide-ide baru.
“Ini bentuk apresiasi untuk para inovator sekaligus dorongan agar ekosistem inovasi di Kukar lebih kreatif dan adaptif, baik di OPD, kecamatan, BUMDes, lembaga pendidikan, maupun bidang kesehatan,” tutupnya.
Penulis: Azizah/Kabarnews.co






