Kabarnews.co, TENGGARONG – Dalam rangkaian Erau Adat Kutai, ada satu prosesi yang menandai kesakralan upacara adat ini: ritual Bepelas. Selama tujuh malam berturut-turut, Bepelas digelar di Museum Mulawarman. Tujuannya memohon keselamatan bagi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura beserta keluarga, sekaligus menjaga kesucian jalannya seluruh prosesi Erau.
Dalam tradisi turun-temurun Kesultanan Kutai, Bepelas dimulai dengan pembacaan mantra oleh para Dewa dan Belian, dilanjutkan dengan tarian mengelilingi Tiang Ayu. Puncak prosesi terjadi ketika Sultan berjalan sambil memegang kain kuning dan tali, lalu menginjak Gong Raden Galuh. Dentuman meriam yang ditembakkan di depan Museum Mulawarman menandai momen sakral tersebut.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin hadir dalam Bepelas malam pertama. Keduanya bahkan ikut menari Kanjar Laki bersama Sultan. Bagi Aulia, ritual ini adalah penanda penting dari keseluruhan Erau.
“Bepelas merupakan bagian inti dari pelaksanaan Erau. Ritual ini menjaga kesakralan dari awal sampai akhir,” tegas Aulia.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya memandang Erau sebagai perayaan budaya semata, tetapi juga menggali nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. “Kalau masyarakat memahami makna ini, nilai adat dan spiritual Kesultanan Kutai bisa terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Penulis: Azizah/Kabarnews.co






