Kabarnews.co, TENGGARONG – Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mesosialisasikan kebudayaan lokal Kutai Kartanegara (Kukar) ke kancah Nasional dan Internasional, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar berencana menggelar Festival Memory of Yupa pada 15 hingga 16 November 2025 mendatang, di Muara Kaman, Kukar.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Destianti, dalam kegiatan Konferensi Pers yang berlangsung di Taman Tanjong, Tenggarong, Jumat (17/10/2025) malam.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan Memory of Yupa yang merupakan warisan penting dari peradaban Kutai dan menjadi tonggak awal sejarah Nusantara.
Dijelaskan, bahwa pada tahun 1879 di Muara Kaman telah ditemukan tujuh prasasti Yupa, peninggalan dari Kerajaan Kutai Martadipura, kerajaan tertua di Indonesia. Prasasti tersebut memuat kisah tentang kebijakan dan kebesaran pemerintahan Raja Mulawarman, serta penghargaan terhadap para tokoh agama pada masa itu.
Melalui Festival Memory of Yupa, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara mendaftarkan Yupa sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Sejalan dengan itu, Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur juga mendaftarkan Memory of Yupa ke UNESCO, agar warisan ini diakui sebagai Warisan Dokumenter Dunia.
“Kita berharap melalui kegiatan ini, Yupa dapat dikenal luas tidak hanya sebagai artefak sejarah, tetapi juga sebagai simbol identitas bangsa dan kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara,” ungkap Rinda.
Ia menegaskan, partisipasi seluruh pihak mulai dari komunitas literasi, komunitas budaya, pemerintah, hingga masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam Yupa.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada Festival Memory of Yupa ini diantaranya adalah pameran arsip sejarah dan situs budaya, lomba menulis esai, pertunjukan seni budaya khas Kutai, mendongeng, hingga tradisi Beseprah.
“Kegiatan ini bukan sekadar milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi merupakan upaya kita untuk memperkuat identitas nasional dan budaya daerah, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Muara Kaman,” tambahnya.
Sebagai penutup, Rinda menjelaskan tema besar kegiatan ini adalah “Yupa Muara Kaman sebagai Arsip Lokal, Cermin Nasional”, dengab tagline “Dari Kutai Kartanegara, Menguatkan Masa Lalu, Menata Masa Depan”.
“Kami mohon dukungan dan kehadiran rekan-rekan sekalian agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Azizah/Kabarnews.co






