Kabarnews.co, Jakarta – Dunia pendidikan Indonesia bersiap menghadapi era digital. Mulai tahun ajaran 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan koding dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah. Kebijakan ini berlaku bagi sekolah-sekolah yang siap menjalankannya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Namun lebih dari itu, ia menilai kemampuan koding dan AI akan menjadi bekal penting generasi muda di masa depan.
Dalam acara peluncuran program UOB My Digital Space bersama Ruangguru, ia menyampaikan bahwa World Economic Forum telah merilis daftar keterampilan penting untuk tahun 2030.
“Skill yang sangat diperlukan nomor 1 adalah kemampuan AI dan big data,” ujar Mu’ti di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Bagi Mu’ti, belajar koding tidak bisa dilepaskan dari keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi harus diiringi kemampuan soft skills. Ia bahkan menilai koding adalah jalan untuk melatih logika, analisis, hingga kreativitas yang akan membentuk kompetensi diri.
Kehadiran koding dan AI di sekolah juga didukung program kolaborasi antara UOB dan Ruangguru. Program bernama UOB My Digital Space ini menargetkan 90 ribu pelajar selama lima tahun. Setiap tahunnya, program menjangkau 500 sekolah di 38 provinsi.
Dengan langkah ini, siswa diharapkan tak hanya cakap teknologi, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja yang menuntut keahlian digital sekaligus keterampilan berpikir kritis. (*)
***
Sumber : detik.com
Editor : Rachaddian (dion)






