Kabarnews.co, JAKARTA – Komisi III DPR RI dijadwalkan menggelar rapat khusus untuk membahas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Rapat tersebut direncanakan berlangsung pada Senin pukul 11.00 WIB di ruang rapat Komisi III DPR RI, Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Jakarta.
Komisi III DPR RI merupakan komisi yang membidangi urusan penegakan hukum dan bermitra dengan berbagai lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dalam rapat tersebut, Komisi III berencana membahas perkembangan penanganan kasus serta kemungkinan langkah lanjutan yang akan diambil.
Rapat ini juga diharapkan menghasilkan keputusan resmi terkait pengawasan DPR terhadap proses penanganan perkara tersebut. Komisi III menilai kasus penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia harus ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal proses penyelidikan agar pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami pastikan Komisi III akan terus mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional. Kami juga meminta negara menanggung penuh biaya pengobatan terbaik agar beliau bisa segera pulih kembali,” ujar Habiburokhman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/3).
Andrie Yunus diketahui menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga menyebabkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatannya. Peristiwa itu terjadi setelah ia selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta, sebelum tiba-tiba diserang oleh pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.






