Kabarnews.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Merdeka untuk membahas strategi nasional pengelolaan sampah. Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya penyelesaian masalah sampah secara menyeluruh paling lambat tahun 2029.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa target ini telah masuk dalam RPJMN dan akan ditempuh melalui berbagai pendekatan.
“Jadi bapak sudah menargetkan di dalam RPJMN-nya dan beliau 2029 mestinya sampah selesai sehingga segala strategi telah kita susun bersama melalui beberapa pendekatan. Mulai dari pendekatan hulu, TPS-3R, TPS-T, dan pendekatan hilir, Waste to Energy, maupun RDF,” terang Hanif.
Pendekatan hulu mencakup pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R), serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS-T). Sementara di sisi hilir, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi energi dari sampah seperti Waste to Energy dan RDF (Refuse Derived Fuel).
“Termasuk pembangunan pengolahan sampah menjadi energi seperti waste to energy. Termasuk RDF (Refuse Derived Fuel),” tambah Hanif.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa keterlibatan pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung program ini. Ia mengatakan bahwa sudah teridentifikasi 33 lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi fokus konversi menjadi fasilitas energi.
“Pak Presiden sangat peduli sekali mengenai masalah sampah ya. Karena kita tahu ini juga di problem lingkungan. Hari Selasa rencana akan kita undang kepala daerahnya. Ada juga daerah yang baru, yang mungkin belum tahu,” ujar Tito.
Ia menekankan bahwa langkah kolaboratif dengan kepala daerah akan mempercepat realisasi program, termasuk edukasi publik dan dorongan terhadap pengelolaan sampah skala rumah tangga.
Pemerintah juga akan melibatkan sektor investasi, salah satunya melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan berperan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Danantara tidak akan bekerja sendiri, melainkan mengajak investor swasta.
“Kita juga mempunyai kriteria dari segi return, dari segi yield-nya dan itu juga tetap kita ikuti, selama itu memang masuk ke dalam perhitungan kriteria kami ya kami berinvestasi. Kami juga tidak berinvestasi sendiri, dan akan mengajak dunia swasta untuk berinvestasi bersama dengan Danantara di Waste to Energy ini,” jelas Rosan.
Pemerintah menaruh harapan besar pada teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat demi mencapai Indonesia bebas sampah pada 2029. (*)
Sumber : rri.co.id
Penulis : Rachaddian






