Kabarnews.co, Kutai Kartanegara — Desa Kota Bangun Ulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui rangkaian program berbasis pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa menegaskan bahwa strategi penguatan sektor pangan kini menjadi fokus utama, terutama dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah menyalurkan modal usaha kepada BUMDes untuk mengembangkan dua sektor unggulan: peternakan ayam petelur dan budidaya hortikultura. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
“Modalnya sudah kami serahkan, dan saat ini tinggal menunggu pengadaan kandang, bibit, serta ternak. Insya Allah September atau Oktober program ini sudah mulai berjalan,” ujar Khairul, Kamis (04/09/2025).
Ia menekankan bahwa program tersebut menjadi langkah konkrit desa dalam menyelaraskan kebijakan lokal dengan program ketahanan pangan nasional.
Sejalan dengan pengembangan peternakan, sektor pertanian di Desa Kota Bangun Ulu juga mencatat kemajuan signifikan. Para petani binaan berhasil memanen jagung dan semangka dengan kualitas yang dinilai sangat baik. Produk pertanian tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi juga telah merambah pasar yang lebih luas hingga ke Balikpapan.
Khairul menyebut bahwa keberhasilan para petani ini memiliki dampak penting bagi ketersediaan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, kontribusi mereka tidak hanya memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan lokal, tetapi juga membawa manfaat ekonomi langsung bagi keluarga petani.
“Alhamdulillah hasil pertanian warga sangat melimpah. Ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan desa sekitar, tapi juga menambah penghasilan masyarakat,” tuturnya.
Dengan hasil panen yang stabil dan pemasaran yang mulai berkembang, Desa Kota Bangun Ulu memperkuat posisinya sebagai salah satu desa penopang pangan di Kukar. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program terintegrasi antara peternakan dan pertanian dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemerintah desa berharap, kolaborasi antara BUMDes, petani, dan masyarakat semakin mengukuhkan kemandirian pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru. Upaya ini juga dinilai strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks.
Dengan dukungan penuh dari warga, BUMDes, serta kebijakan pemerintah yang searah, Desa Kota Bangun Ulu optimistis dapat terus memperkuat daya saing sektor pangan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. (Adv)






