Desa Kota Bangun I Siapkan Wisata Kelengkeng Berbasis Ketahanan Pangan

No comments

Kabarnews.co, Kutai Kartanegara – Keterbatasan potensi wisata alam tidak menghalangi kreativitas Pemerintah Desa Kota Bangun I, Kecamatan Kota Bangun Darat. Desa tersebut kini menyiapkan konsep wisata berbasis perkebunan atau agrowisata yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Kota Bangun I, Nur Rohim, Selasa (07/10/2025).

“Tahun kemarin kami membagikan bibit kelengkeng kepada warga, dua pohon per rumah, dan diwajibkan ditanam di halaman depan,” jelasnya.

Kebijakan tersebut bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga untuk menciptakan tampilan desa yang seragam dan menarik secara visual. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, seluruh rumah ditargetkan memiliki pohon kelengkeng yang tumbuh serentak.

Jika berhasil, Desa Kota Bangun I berpotensi menjadi “desa kelengkeng” pertama di wilayah tersebut dan membuka peluang wisata musiman saat panen raya. “Kalau nanti serempak berbuah, kita bisa undang pengunjung untuk panen langsung atau hanya berfoto. Jadi, meski alamnya minim objek wisata, kita bangun pariwisata dari pertanian,” ujar Rohim.

Konsep ini lahir dari kondisi desa yang tidak memiliki sumber daya alam seperti air terjun atau danau. Alih-alih membangun destinasi besar dengan biaya tinggi, pemerintah desa memilih pendekatan swadaya berbasis tanaman produktif.

Selain kelengkeng, desa juga mempertimbangkan pengembangan jeruk dan jambu kristal. Namun kelengkeng dipilih sebagai tahap awal karena nilai jualnya stabil dan cocok dengan kondisi tanah setempat.

Rohim menegaskan bahwa program ini bukan hanya mempercantik kawasan permukiman, tetapi juga memberi peluang ekonomi baru. Warga nantinya bisa menjual hasil panen langsung dari rumah masing-masing tanpa perlu membangun kios khusus. “Ini bukan sekadar program keindahan, tapi juga pemberdayaan,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten maupun sektor swasta, terutama terkait pelatihan branding desa, wisata tani, serta sarana pendukung seperti akses jalan dan petunjuk lokasi.

Dengan perencanaan matang dan partisipasi warga, Desa Kota Bangun I optimistis dapat dikenal sebagai desa hortikultura yang sekaligus menjadi destinasi wisata berbasis kreativitas masyarakatnya. (Adv)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar