Kabarnews.co, TENGGARONG – Meski tanpa dukungan anggaran dari kelurahan, warga Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, berhasil tampil percaya diri dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan semangat swadaya, mereka menghadirkan dua inovasi sekaligus: pengolahan limbah amplang menjadi pakan ikan dan alat pengaduk amplang otomatis.
Lurah Sarijaya, Agus Dina Feriani, mengungkapkan bahwa Posyantek Sarijaya sebenarnya baru terbentuk dan masih dalam tahap penguatan awal. Meski begitu, warga tetap berinisiatif mencari gagasan yang relevan dan mudah diterapkan. Setelah berdiskusi dengan KWT, Pokdakan, dan PKK, muncul ide untuk memanfaatkan limbah amplang yang selama ini hanya menjadi tumpukan sampah. “Kami baru membentuk Posyantek dan masih mencari ide. Dari diskusi itu akhirnya tercetus inovasi limbah amplang,” ujarnya.
Inovasi pakan ikan berbahan limbah amplang itu bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis. Warga bisa langsung menggunakan hasil olahan tersebut untuk budidaya, bahkan limbah cairnya dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman. Ide sederhana ini menunjukkan bahwa teknologi tepat guna tidak selalu memerlukan biaya besar—cukup kreativitas dan kemauan masyarakat untuk mencoba hal baru.
Kesungguhan warga makin terlihat ketika Sarijaya memperkenalkan alat pengaduk amplang otomatis. Perangkat ini dibuat untuk membantu pelaku UMKM amplang yang selama bertahun-tahun mengandalkan tenaga manual. “Sebelumnya semua manual. Sekarang dengan alat pengaduk, prosesnya jauh lebih efektif,” kata Dina. Rancangan alat tersebut sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, tetapi baru tahun ini dipublikasikan di ajang TTG.
Seluruh proses pembuatan alat dilakukan dengan biaya patungan masyarakat. Dina mengakui kelurahan belum bisa memberikan dukungan dana, tetapi partisipasi warga menjadi kekuatan utama. “Alat dan bahan semuanya swadaya masyarakat. Kami belum bisa memberikan bantuan dana, tapi motivasi tetap kami berikan,” jelasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi lokal tetap dapat berjalan meski anggaran terbatas.
Dina berharap langkah masyarakat Sarijaya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan anggaran akan membantu mempercepat pengembangan alat dan produk olahan agar lebih siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. “Harapan kami, Sarijaya bisa berkembang menjadi kelurahan yang inovatif,” ujarnya.
Pengakuan atas kerja keras warga Sarijaya datang langsung dari DPMD Kukar melalui Ahmad Irji’i. Ia menilai inovasi ini sebagai bukti bahwa kreativitas masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah. “Inovasi ini bukti bahwa masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal dan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.
Irji’i menegaskan DPMD akan terus mendorong desa dan kelurahan lain mengikuti jejak Sarijaya. Ia berharap model swadaya ini menjadi contoh positif bahwa semangat masyarakat adalah modal terbesar dalam pengembangan teknologi tepat guna. (Adv)






