Gema Mengaji di DPMD Kukar Bangkitkan Semangat Baru Pegawai

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Gerakan Etam Mengaji (Gema) yang diterapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara kini menjadi penggerak suasana kerja baru di lingkungan kantor. Bagi banyak pegawai, program ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ruang pembinaan diri yang memberi ketenangan, kedisiplinan, dan motivasi spiritual.

Setiap pagi, pegawai DPMD memulai aktivitas dengan membaca Al-Qur’an bersama. Suasana ini menjadikan kantor layaknya madrasah kecil, tempat para ASN tidak hanya bekerja tetapi juga belajar memperbaiki diri. Bagi pegawai yang belum mahir, kehadiran guru pembimbing membuat proses belajar menjadi lebih mudah dan inklusif. “Kami bisa mulai dari nol tanpa rasa malu,” ungkap salah satu pegawai.

Momen yang paling ditunggu oleh staf adalah kegiatan Munaqasyah, yaitu ujian kenaikan level kemampuan mengaji. Bagi sebagian pegawai, ini menjadi pengalaman membanggakan karena mencerminkan perkembangan spiritual yang nyata. “Ada rasa haru ketika dinyatakan naik level. Ini bukan tentang dinilai, tapi tentang berkembang,” ujar salah seorang peserta yang lulus ujian.

Munaqasyah juga menjadi ajang memupuk solidaritas antarsesama pegawai. Mereka saling menyemangati dan merayakan pencapaian kecil setiap rekan. Energi positif ini membuat suasana kerja lebih harmonis dan meminimalkan stres rutinitas birokrasi. Banyak pegawai menilai bahwa Gema memberi kedamaian psikologis yang tidak mereka dapatkan dari aktivitas administrasi biasa.

Bagi pegawai senior, program Gema menjadi pengingat bahwa tanggung jawab mereka tidak hanya terkait tugas kantor, tetapi juga tanggung jawab moral. Mereka merasakan bahwa spiritualitas yang meningkat memberi ketenangan dalam mengambil keputusan dan menghadapi tekanan pekerjaan. “Rasa tenang itu beda. Seperti ada pegangan kuat saat bekerja,” kata salah satu staf.

Pegawai juga melihat bahwa Gema membawa dampak langsung pada disiplin dan etos kerja. Proses belajar yang konsisten membuat mereka lebih menghargai waktu, lebih sabar, dan lebih sigap dalam melayani masyarakat. Mereka sepakat bahwa pelayanan publik yang baik hanya dapat lahir dari pribadi yang berkarakter baik.

Bagi sebagian pegawai, Gerakan Etam Mengaji bukan hanya program kantor, tetapi perjalanan memperbaiki diri. Mereka percaya bahwa pembangunan desa tidak akan berhasil jika jiwa para pelaksananya kosong. Dengan fondasi spiritual yang terus ditanam, pegawai berharap DPMD Kukar dapat menjadi contoh bagi OPD lain dalam menyatukan pembangunan fisik dan pembangunan jiwa. (Adv/DPMDKukar)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar