TENGGARONG — Selasa (04/11) menjadi hari istimewa bagi pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kutai Kartanegara. Untuk pertama kalinya, seluruh staf berkumpul menuntaskan khataman Al-Qur’an bersama, menandai puncak pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji di lingkungan dinas.
Pegawai DPMPD mengaku suasana kerja kini berbeda. Lantunan ayat suci dari ruang-ruang kerja menghadirkan ketenangan, menambah fokus, dan memicu semangat baru dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Setelah ikut kegiatan mengaji, saya merasa lebih damai dan siap menghadapi pekerjaan dengan pikiran lebih jernih,” ujar salah satu ASN peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas pagi yang telah dijalankan sejak diberlakukannya Perbup Nomor 6 Tahun 2021. Arianto, Kepala DPMPD, menekankan bahwa khataman perdana bukan sekadar seremoni, tetapi langkah kolektif untuk membentuk karakter pegawai yang beriman, beretika, dan berintegritas.
“Pemkab memberikan ruang ibadah tanpa mengurangi hak ASN. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keseimbangan spiritual dan profesional,” jelas Arianto.
Bagi pegawai, khataman pertama ini menjadi momen kebersamaan yang mempererat solidaritas internal. Banyak yang berharap tradisi mengaji ini terus dijalankan setiap hari, sehingga nilai religius dan moral menempel dalam aktivitas kantor, sekaligus memperkuat pelayanan publik.
Kegiatan ini juga dianggap sebagai inspirasi bagi OPD lain untuk menumbuhkan budaya mengaji di tempat kerja. Pegawai DPMPD optimistis, praktik spiritual seperti ini akan meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi contoh nyata bagaimana nilai religius dapat mempengaruhi profesionalisme.
Dengan khidmat dan kekompakan, DPMPD menutup khataman perdana sebagai awal dari perjalanan spiritual kolektif yang berdampak langsung pada budaya kerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Adv)






