Kabarnews.co, TENGGARONG – Persiapan pelaksanaan Lomba Teknologi Tepat Guna 2025 di Kutai Kartanegara kembali dibuka oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Kegiatan ini menjadi ruang kompetitif bagi masyarakat desa untuk menampilkan inovasi teknologi sederhana yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Rapat teknis awal berlangsung di Kutai Kartanegara dan dipimpin Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar.
Riyandi menjelaskan bahwa kegiatan ini sempat tertunda akibat efisiensi anggaran. Ia menyebut dana yang sebelumnya dialihkan kini sudah dikembalikan sehingga kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Informasi terkait kebijakan pengelolaan anggaran desa juga disampaikan pada laman resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang menegaskan pentingnya kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas perubahan mekanisme penilaian. Jika sebelumnya peserta ditunjuk, tahun ini sistem seleksi dilakukan terbuka dan mengikuti petunjuk teknis tingkat provinsi. Riyandi menilai langkah ini akan meningkatkan kualitas penilaian karena prosesnya lebih objektif dan dapat diikuti peserta dari berbagai desa dan kelurahan.
Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung di Kantor DPMD Kutai Kartanegara. Format lomba disederhanakan akibat keterbatasan anggaran. Rencana awal yang menggunakan ruang terbuka di Lapangan Unikarta kini diganti menjadi penilaian inovasi di lingkungan kantor. DPMD menilai format baru tetap efektif untuk mengakomodasi kreativitas peserta tanpa mengurangi kualitas penilaian.
Jadwal kegiatan dimulai pada 14 Oktober dengan penilaian dokumen inovasi. Presentasi peserta dijadwalkan pada 15 hingga 16 Oktober. Rapat finalisasi dan penetapan pemenang akan dilaksanakan pada 17 Oktober. Informasi terkait pembinaan pemenang juga sejalan dengan publikasi DPMD Kukar yang menyebut bahwa inovator terbaik tingkat kabupaten akan disiapkan menjadi wakil pada kompetisi tingkat provinsi.
DPMD Kukar juga mencatat bahwa inovasi desa yang bersifat praktis sering menjadi solusi dalam kegiatan ekonomi rumah tangga. Data pada Portal Resmi Kukar menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas masyarakat desa sering berawal dari inovasi kecil seperti alat pengolahan produk lokal atau teknologi pendukung usaha mikro. Lomba TTG disebut menjadi sarana sistematis untuk menjaring inovator dengan gagasan yang memiliki dampak nyata.
Empat kategori yang dilombakan terdiri dari olahan khas daerah, posyantek berprestasi, inovasi teknologi tepat guna, dan kategori unggulan. Setiap kategori dinilai berdasarkan kebermanfaatan, tingkat kreativitas, dan kesiapan implementasi. Riyandi berharap kegiatan ini dapat melahirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat desa dan mendorong terciptanya teknologi sederhana yang mampu mendukung ekonomi warga.
DPMD Kukar menargetkan kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan gagasan kreatif di tingkat desa. Pemerintah daerah juga terus mengajak desa memanfaatkan fasilitas Posyantek sebagai pusat konsultasi dan pengembangan teknologi sederhana. Riyandi menegaskan bahwa keberhasilan lomba tidak hanya diukur dari pemenang tetapi dari seberapa besar inovasi tersebut dapat diterapkan di masyarakat.
(Adv/DPMDKukar)






