TTG Kukar 2025 Dorong Inovasi Desa Masuk Panggung Nasional

No comments

Kabarnews.co, TENGGARONG – Penilaian Teknologi Tepat Guna Kabupaten Kutai Kartanegara kembali digelar sebagai ruang apresiasi bagi inovasi masyarakat desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar membuka pelaksanaan TTG 2025 selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Oktober di kantor DPMD Kukar. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kreativitas warga desa dan meningkatkan kapasitas inovasi yang berkelanjutan.

Kegiatan dibuka melalui penyerahan administrasi dan pemutaran video profil inovasi. Selanjutnya peserta mengikuti sesi presentasi untuk tiga kategori lomba, yaitu Posyantek Berprestasi, TTG Unggulan, dan TTG Inovasi. Satu kategori tambahan disiapkan untuk produk olahan khas daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan kuliner lokal. Penilaian final dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat.

Dari total 20 kecamatan di Kutai Kartanegara, hanya delapan yang mengirimkan peserta. Mohammad Adriannur selaku PPTK TTG DPMD Kukar menjelaskan bahwa sebagian kecamatan belum siap mengikuti ajang tahun ini. Ia berharap pelaksanaan di tahun berikutnya dapat menjangkau lebih banyak perwakilan kecamatan. Menurutnya, inovasi desa perlu mendapat panggung yang lebih luas agar memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.

Para pemenang lomba akan mewakili Kutai Kartanegara pada Penilaian Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 2026. Data dari website resmi Pemerintah Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa peserta asal Kukar sering meraih penghargaan TTG tingkat provinsi dan nasional. Hal ini menandakan potensi inovasi warga desa masih sangat kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam pelaksanaan TTG 2025, DPMD Kukar melibatkan penilai dari berbagai lembaga. Unsur penilai yang hadir berasal dari Badan Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kontak Tani Nelayan Andalan, serta Universitas Kutai Kartanegara. Penguatan unsur penilai lintas sektor dilakukan untuk meningkatkan objektivitas dan kualitas penilaian.

Inovasi teknologi tepat guna menjadi fokus strategis karena berkaitan dengan peningkatan produktivitas desa. Berdasarkan informasi dari Portal Data Kukar, teknologi sederhana berbasis kebutuhan lokal terbukti mampu meningkatkan pendapatan warga. Inovasi yang dihasilkan Posyantek selama tiga tahun terakhir juga banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian, pengolahan pangan, hingga layanan sosial di desa.

DPMD Kukar menilai TTG sebagai ajang penguatan kapasitas desa dalam menghasilkan solusi praktis untuk masalah sehari hari. Pemerintah daerah juga mendorong desa agar tidak hanya fokus pada inovasi alat, tetapi juga inovasi pengolahan produk yang bisa dikembangkan menjadi komoditas unggulan. Dukungan ini sejalan dengan agenda pembangunan Kukar yang menempatkan pemberdayaan masyarakat desa sebagai prioritas.

Pelaksanaan TTG 2025 menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang yang lebih besar bagi kreativitas masyarakat. DPMD Kukar memastikan program ini terus diperluas agar desa memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan teknologi berbasis kebutuhan lokal. Pemerintah berharap TTG dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa dan mendorong lahirnya inovasi baru di tingkat akar rumput.

(Adv/DPMDKukar)

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar