Kabarnews.co, Tenggarong – Tersebarnya video yang menampilkan anak-anak bermain bola di atas lapangan kayu ulin di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, memunculkan sorotan dari masyarakat luas. Video tersebut menyentuh hati banyak orang, sekaligus menjadi potret perjuangan anak-anak daerah dalam menikmati olahraga di tengah keterbatasan fasilitas.
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memberikan klarifikasi terkait kondisi geografis di wilayah-wilayah hulu Kutai Kartanegara yang menyebabkan keterbatasan lahan untuk membangun lapangan permanen.
“Memang rata-rata teman-teman di daerah hulu, seperti Muara Muntai, mengandalkan lapangan dari kayu ulin karena jumlah daratan yang cukup terbatas,” jelas Aji Ali, Senin (26/5/2024).
Menurutnya, kondisi semacam ini sudah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat di daerah pesisir dan rawa, di mana pembangunan lapangan dari kayu ulin merupakan solusi adaptif untuk tetap bisa berolahraga.
Dispora Kukar juga mengakui bahwa pihaknya sudah sejak lama membangun fasilitas olahraga dari bahan serupa di daerah-daerah terpencil. Hal ini menjadi bentuk nyata dari pemerataan pembangunan, termasuk di desa Muara Enggelam yang juga memiliki lapangan futsal berbahan dasar papan ulin.
“Kita sudah bangun lapangan seperti itu kemarin di Muara Enggelam, dan tahun ini juga masih kita anggarkan untuk kelengkapan seperti jaring dan lainnya,” ungkap Aji Ali.
Ia menegaskan, meski ada keterbatasan geografis dan anggaran, pemerintah tetap berkomitmen mendistribusikan pembangunan sarana olahraga secara adil ke seluruh wilayah Kukar. Tahun 2024 ini, sejumlah kecamatan lainnya juga mendapatkan perhatian serupa.
“Tahun ini kami juga melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga di beberapa kecamatan, seperti Marangkayu, Muara Badak, dan Samboja,” sebutnya.
Pemerintah memahami bahwa minat olahraga di kalangan anak-anak dan remaja tidak mengenal batas. Karena itu, setiap program pembangunan sarana olahraga selalu mempertimbangkan antusiasme dan potensi masyarakat di setiap wilayah.
Video viral tersebut justru memperlihatkan bahwa semangat olahraga tumbuh subur meski dengan fasilitas seadanya. Bagi Dispora Kukar, hal ini menjadi bahan evaluasi dan dorongan untuk terus memperluas dukungan sarana olahraga ke pelosok.
“Semangat mereka luar biasa, dan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal,” tutupnya.
Dengan perhatian yang terus diberikan, pemerintah berharap anak-anak seperti di Jantur bisa merasakan fasilitas olahraga yang layak dan aman dalam waktu yang tidak terlalu lama.







