Kabarnews.co, Tenggarong — Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) mendorong gerakan kurban ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging. Kampanye ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang terus digelorakan sepanjang Juni.
Kepala DLHK Kukar, H. Slamet Hadiraharjo, menegaskan bahwa pihaknya telah meneruskan edaran resmi dari Bupati Kukar ke seluruh panitia kurban tingkat kecamatan, kelurahan, hingga masjid. Salah satu isi penting dalam edaran tersebut adalah seruan untuk menghindari penggunaan kantong plastik sebagai wadah daging kurban.
“Kami sarankan menggunakan besek bambu, daun pisang, atau wadah tahan pakai. Ini langkah kecil tapi penting untuk mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan,” jelas Slamet.
Menurut Slamet, upaya ini bukan hanya bertujuan mengurangi pencemaran, tetapi juga memberi contoh konkret bahwa ibadah bisa dilakukan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Limbah plastik dari pembagian daging kerap menjadi salah satu sumber sampah yang mencemari sungai dan tanah.
Sebagai pelengkap dari kampanye kurban tanpa plastik, DLHK juga akan menggelar aksi bersih-bersih Sungai Tenggarong. Kegiatan ini akan melibatkan lintas OPD, komunitas lingkungan, serta para relawan dan pelajar. Aksi tersebut diharapkan dapat mengangkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber air dan habitat ekosistem lokal.
“Sungai adalah sumber kehidupan. Menjaga sungai dari sampah adalah bagian dari menjaga masa depan kita,” tambahnya.
Selain membersihkan sungai, DLHK juga mengadakan program penanaman pohon di kawasan-kawasan yang rawan erosi dan membutuhkan penghijauan. Penanaman pohon dianggap penting sebagai upaya jangka panjang dalam memperbaiki kualitas udara dan menyerap emisi karbon.
Dalam perspektif DLHK Kukar, menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karena itu, seluruh kegiatan dikemas dalam pendekatan kolaboratif, yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat sipil, pelajar, hingga tokoh agama.
“Dengan pendekatan spiritual dan aksi ekologis, DLHK berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Melalui kombinasi nilai agama dan aksi konkret, DLHK optimis bahwa Hari Raya Iduladha tahun ini bisa menjadi momentum untuk memulai tradisi kurban yang tidak hanya bermanfaat secara sosial dan spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kelestarian lingkungan di Kukar. (Adv)







