Kabarnews.co, TENGGARONG – Posyandu Dahlia dari Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, berhasil menorehkan prestasi tingkat provinsi dengan meraih juara satu dalam Gebyar Posyandu Kalimantan Timur tahun 2025, untuk kategori Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar elemen desa—dari kader, pemerintah, hingga masyarakat—dapat menghasilkan dampak positif dalam penyelenggaraan layanan kesehatan dasar.
Keberhasilan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Jembayan, Jamli, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras semua pihak.
“Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara satu tingkat provinsi untuk lomba Posyandu Integrasi Layanan Primer. Ini hasil kolaborasi semua pihak, terutama peran para kader yang luar biasa,” ungkap Jamli.
Ia juga menjelaskan bahwa lomba ini merupakan sarana evaluasi sejauh mana posyandu mampu menjalankan layanan primer secara terintegrasi. Hal ini tidak hanya menyangkut kegiatan rutin posyandu, tetapi juga inovasi dan kesiapan kader dalam menjalankan peran mereka.
“Melalui lomba ini, para kader juga dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dukungan masyarakat pun menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.
Desa Jembayan saat ini memiliki delapan posyandu aktif yang menjalankan kegiatan setiap bulan. Posyandu-posyandu ini menjadi ujung tombak dalam penyuluhan gizi, pemantauan balita, pemberian imunisasi, serta mendukung ibu hamil dan lansia dalam memperoleh layanan kesehatan.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah persoalan stunting. Namun, dengan dukungan pemerintah desa, angka tersebut terus mengalami penurunan. Salah satu upaya yang rutin dilakukan adalah memberikan tambahan gizi seperti susu kepada anak-anak yang terindikasi stunting.
“Setiap tahun angka stunting di desa kami terus menurun. Saat ini tinggal tersisa 11 anak yang masih masuk kategori stunting, dan kami terus melakukan pendampingan serta pemberian asupan gizi tambahan secara rutin,” tandasnya.
Dengan penghargaan yang diraih ini, Posyandu Dahlia menjadi contoh bagaimana posyandu di desa bisa berkembang dan menjadi pusat layanan yang profesional, terintegrasi, dan berbasis partisipasi warga. (Adv/DiskominfoKukar)







